Polda Sulut Ingatkan Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru 2026
Polda Sulut mengingatkan masyarakat Sulawesi Utara untuk waspada potensi cuaca ekstrem menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, menyusul prediksi BMKG akan curah hujan tinggi dan gelombang laut.
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat di wilayahnya. Peringatan ini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan demi menjaga keselamatan diri dan harta benda dari dampak buruk cuaca.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, secara langsung menyampaikan imbauan ini pada Rabu (11/12) di Manado. Ia menekankan pentingnya memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkala dan akurat. “Pantau terus prediksi cuaca melalui BMKG, hati-hati dalam beraktivitas apabila dalam kondisi hujan,” kata Alamsyah.
Imbauan ini juga secara khusus ditujukan kepada warga yang bermukim di daerah pesisir, dataran rendah rawan banjir, serta wilayah sekitar aliran sungai dan lokasi ketinggian yang berisiko longsor. Potensi bahaya seperti air pasang, genangan air, dan pergerakan tanah menjadi perhatian serius. Langkah antisipasi dini dan evakuasi mandiri sangat krusial untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi.
Prediksi BMKG dan Potensi Curah Hujan Tinggi di Sulut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara telah merilis prediksi cuaca yang mengindikasikan adanya potensi cuaca ekstrem. Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, muson barat diperkirakan akan lebih dominan di wilayah ini. Selain itu, gangguan atmosfer spasial diprediksi terjadi pada minggu ketiga Desember 2025, yang berpotensi memicu kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas hujan yang tinggi.
Astrid Lasut, Kabid Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, menjelaskan bahwa curah hujan bulanan untuk Desember 2025 dan Januari 2026 menunjukkan kategori menengah hingga tinggi. Prediksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan menghadapi Nataru. Oleh karena itu, masyarakat di seluruh Sulut harus siap menghadapi intensitas hujan yang signifikan dan potensi banjir.
Lebih lanjut, berdasarkan prediksi curah hujan harian, wilayah Sulawesi Utara diperkirakan akan mengalami curah hujan yang signifikan dalam sepekan ke depan. Intensitas tertinggi berada pada kategori sedang hingga lebat, khususnya di wilayah pesisir utara kepulauan Sulawesi Utara. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari warga yang tinggal di area tersebut, mengingat risiko banjir dan genangan air yang dapat terjadi.
Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir Rob di Pesisir Sulut
Selain curah hujan tinggi, BMKG juga mengeluarkan prakiraan gelombang yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Potensi gelombang dengan kategori sedang, yaitu antara 1,25 meter hingga 2,5 meter, diperkirakan terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe-Talaud. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan, sehingga perlu dihindari untuk berlayar di area tersebut.
Ancaman lain yang patut diwaspadai adalah potensi banjir rob, atau banjir pasang air laut, yang dapat melanda sejumlah wilayah pesisir. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Kota Manado, pesisir Tombariri dan Mandolang, serta pesisir Tenga dan Likupang. Fenomena ini dapat menyebabkan genangan air di daratan rendah yang berdekatan dengan laut, mengganggu aktivitas warga.
Banjir rob juga diprediksi akan terjadi di pesisir barat Kabupaten Kepulauan Sitaro, pesisir utara dan barat Kabupaten Kepulauan Sangihe-Talaud, pesisir Bitung dan Kema, serta pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Masyarakat di area-area ini diimbau untuk selalu siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk menghadapi potensi bencana alam ini.
Sumber: AntaraNews