Polda Kalsel Waspada Penyusup di Demo Besar, Hindari Provokasi Aksi Anarkis!
Polda Kalsel waspada penyusup dalam aksi unjuk rasa besar di Banjarmasin. Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi ingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi, demi menjaga kedamaian Kalsel.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengambil langkah antisipatif dengan mewaspadai oknum penyusup yang berpotensi mengganggu jalannya aksi unjuk rasa. Aksi penyampaian aspirasi masyarakat ini direncanakan akan berlangsung pada Senin, 1 September mendatang, dengan lokasi utama di Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin.
Kombes Pol Adam Erwindi, Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang ingin memprovokasi massa. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan kedamaian di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya saat kegiatan demonstrasi berlangsung.
Peringatan ini disampaikan untuk memastikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan tertib dan sesuai koridor hukum. Polda Kalsel menekankan agar peserta aksi tidak terprovokasi oleh oknum yang berniat menciptakan kericuhan, merusak fasilitas umum, atau melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum.
Peringatan Polda Kalsel Mengenai Potensi Penyusup
Kombes Pol Adam Erwindi secara khusus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penyusup dan provokator yang mungkin menyelinap ke dalam barisan peserta aksi unjuk rasa. Menurutnya, oknum-oknum ini bertujuan untuk memecah belah dan memicu kekacauan, sehingga dapat merusak tujuan mulia dari penyampaian aspirasi itu sendiri.
Polda Kalsel menegaskan bahwa hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Namun, hak tersebut harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, tanpa melakukan tindakan anarkis, perusakan bangunan, atau terprovokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. "Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian dengan tidak merusak fasilitas umum ketika aksi penyampaian aspirasi," ujar Adam.
Selain itu, peran tokoh masyarakat dan tokoh agama diharapkan sangat besar dalam menjaga situasi tetap kondusif. Adam Erwindi berharap para tokoh ini dapat menyejukkan umat dengan memberikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan atau ajakan untuk bertindak di luar batas hukum. Sinergi antara aparat keamanan, masyarakat, dan tokoh lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
Tuntutan Aksi Aliansi Kalsel Melawan
Aksi besar-besaran yang akan digelar pada Senin, 1 September, dipastikan oleh Aliansi Kalsel Melawan. Pusat konsentrasi massa akan berada di Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin. Demonstrasi ini dijadwalkan akan menyuarakan sejumlah tuntutan yang mencakup berbagai isu, baik lokal maupun nasional, serta permasalahan spesifik yang menimpa kelompok tertentu.
Pada skala lokal, salah satu tuntutan utama yang akan disuarakan adalah mendesak pemerintah untuk membatalkan kebijakan pembentukan Taman Nasional Meratus. Kebijakan ini dinilai merugikan masyarakat adat dan ekosistem lokal, sehingga menjadi fokus penting bagi Aliansi Kalsel Melawan dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka berharap pemerintah dapat meninjau kembali keputusan tersebut demi keberlangsungan hidup masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, pada isu nasional, Aliansi Kalsel Melawan juga akan menyuarakan tuntutan reformasi terhadap lembaga DPR dan Polri. Tuntutan ini mencerminkan harapan masyarakat akan adanya perbaikan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas di kedua institusi penting negara tersebut. Selain itu, kasus-kasus yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) juga menjadi bagian dari agenda tuntutan yang akan disampaikan, menunjukkan kepedulian terhadap berbagai lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews