Polresta Banjarmasin, melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas komprehensif untuk mengantisipasi demonstrasi yang dijadwalkan pada Senin, 1 September.
Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus kendaraan dan keamanan selama aksi berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas akan diberlakukan di beberapa titik strategis kota.
Persiapan ini melibatkan pengerahan total 150 personel gabungan dari Satlantas Polresta Banjarmasin dan Ditlantas Polda Kalsel. Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Ansyah Bhakti Satyabharda, menjelaskan detail rekayasa tersebut.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pengalihan Arus Utama Saat Demo
Untuk mengantisipasi keramaian, Polresta Banjarmasin akan menutup total Jalan Lambung Mangkurat. Penutupan ini membentang mulai dari simpang lampu merah Hotel Mentari hingga lampu merah Jembatan Merdeka, memastikan area aksi steril dari lalu lintas kendaraan.
Massa demonstrasi akan berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Kamboja. Dari sana, mereka akan dikawal berjalan kaki melalui Bundaran Simpang Empat Patung Kelabau menuju Jalan Lambung Mangkurat, tempat aksi utama akan berlangsung.
Petugas akan melakukan penjagaan ketat di lokasi aksi hingga demonstrasi selesai. Pengaturan ini dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga kota dan menjaga ketertiban umum.
Advertisement
Advertisement
Skenario Lalu Lintas: Normal hingga Eskalasi
Ipda Ansyah menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dibagi menjadi dua skenario berdasarkan kondisi di lapangan. Apabila situasi masih normal atau landai, pengalihan arus dari Jalan Kamboja akan menggunakan sistem contraflow.
Sistem contraflow ini akan diterapkan melintasi Jalan Bank Rakyat Indonesia hingga Jalan Hasanuddin HM. Contraflow adalah teknik rekayasa lalu lintas yang mengalihkan satu atau lebih jalur dari arah berlawanan untuk menambah kapasitas jalan, umum digunakan saat kepadatan tinggi.
Selain itu, arus lalu lintas dari Jalan Pangeran Samudera akan dialihkan menuju Jalan Anang Adenansi, kemudian berlanjut ke Simpang Lima lampu merah Jalan Kamboja. Pengendara yang akan melintasi Jalan Lambung Mangkurat juga akan dialihkan melalui Jembatan Merdeka menuju Jalan Veteran.
Advertisement
Jika terjadi peningkatan eskalasi atau kondisi yang tidak kondusif, Polresta Banjarmasin telah menyiapkan pengalihan arus tambahan. Arus dari Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Kolonel Sugiono akan dialihkan ke Jalan KS Tubun sampai Jembatan RK Ilir.
Pengalihan lainnya termasuk arus dari Jalan Brigjend Hasan Basry yang akan dialihkan ke Jalan Adhyaksa. Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan S Parman akan dialihkan ke Jalan Perintis Kemerdekaan, kemudian berlanjut ke Jalan Kampung Melayu.
Terakhir, untuk arus dari Jalan Sutoyo S, akan dialihkan melalui Jalan Suprapto menuju Jalan S Parman. Berbagai alternatif ini disiapkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Personel dan Imbauan untuk Masyarakat
Untuk mendukung pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini, Polresta Banjarmasin mengerahkan personel dalam jumlah yang signifikan. Sebanyak 90 personel dari Satlantas Polresta dan 60 personel dari Ditlantas Polda Kalsel akan diterjunkan ke lapangan.
Total 150 personel ini akan bertugas mengatur arus lalu lintas dan memberikan petunjuk kepada pengendara. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan jalur sementara.
Ipda Ansyah mengimbau agar pengendara roda dua maupun roda empat tidak perlu khawatir untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai jalan alternatif yang memadai bagi masyarakat.
Advertisement
Masyarakat diminta untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengikuti rambu-rambu pengalihan yang telah dipasang. Kerjasama dari seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama demonstrasi berlangsung.
Sumber: AntaraNews