Peternakan Babi di Jepara Ramai Ditolak, ini Respon Wagub Jateng
Permasalahan pendirian peternakan babi, sebelumnya juga telah menjadi bahan diskusi dari MUI, Nahdlatul Ulama (NU) serta sejumlah lembaga dan komunitas.
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen menyatakan polemik penolakan pembangunan peternakan babi di Kabupaten Jepara perlu didiskusikan lagi untuk mencari solusi terbaik.
"Kalau saran kami ya nanti bisa dibicarakan lagi, kita cari tempat yang lain kalau masih memungkinkan," Gus Yasin di Kantor Pemprov Jateng, Senin (4/8).
Permasalahan pendirian peternakan babi, sebelumnya juga telah menjadi bahan diskusi dari MUI, Nahdlatul Ulama (NU) serta sejumlah lembaga dan komunitas. Hasilnya, nantinya akan dikembalikan ke wewenang Pemerintah Kabupaten Jepara.
"Jadi kami kembalikan ke Pemerintah Kabupaten Jepara selaku pemegang kewenangan," ungkapnya.
Pendirian peternakan babi yang diajukan PT Charoen Pokphand Indonesia itu mempunyai potensi investasi besar. Kendati begitu, dia menyatakan kondusifitas lingkungan merupakan di atas segalanya.
"Ini juga bentuk investasi buat kami karena bisa memberikan pendapatan, tetapi yang lebih utama bagaimana kondusifitas di lingkungan tersebut," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai investasi peternakan babi modern di Kabupaten Jepara itu mencapai Rp 40 triliun.