Gubernur Bali Wayan Koster secara tegas meminta seluruh koperasi di Pulau Dewata untuk menjadi garda terdepan dalam memasarkan produk-produk lokal unggulan. Penekanan ini disampaikan Koster saat menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Denpasar pada Sabtu (17/1). Tujuan utama adalah membahas penguatan koperasi multipihak yang beranggotakan koperasi eksisting di Bali.
Koster menjelaskan bahwa koperasi harus berperan sebagai penggerak utama ekonomi Bali yang berlandaskan pada potensi lokal yang melimpah. Produk pertanian, peternakan, serta seluruh turunannya diharapkan menjadi kekuatan ekonomi utama daerah. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Konsep Ekonomi Kerthi Bali sendiri berupaya menciptakan sistem ekonomi yang berpihak kepada masyarakat, berkelanjutan, dan berlandaskan kuat pada budaya lokal. Oleh karena itu, koperasi diminta untuk fokus pada pengembangan usaha di sektor pertanian dan peternakan. Sektor-sektor ini dianggap sebagai pilar krusial untuk ketahanan pangan serta ekonomi daerah secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Koster menilai bahwa Bali memiliki potensi besar dalam sektor UMKM pangan, meskipun skalanya mungkin tidak terlalu besar secara individu. Namun, jumlah UMKM yang banyak dan kualitas unggul yang dimilikinya sangat berpotensi untuk dikembangkan secara serius. Gubernur yakin, jika ditata dengan baik, UMKM pangan Bali dapat bersaing di level nasional.
Salah satu komoditas produk lokal yang mendapat perhatian khusus adalah peternakan babi, mengingat Bali memiliki sumber daya manusia peternak babi yang unggul dan berpengalaman. Dengan pengelolaan yang lebih terencana dan intensif, Bali diyakini berpeluang mengambil peran strategis dalam pasar babi nasional. Koperasi diharapkan menjadi wadah utama untuk menyalurkan produk-produk ini.
Pengembangan peternakan babi akan dilakukan melalui dua pendekatan utama. Pertama, pemurnian dan penguatan plasma nutfah babi lokal Bali akan diintensifkan di lokasi-lokasi tertentu. Kedua, pengembangan babi ras juga akan dilakukan guna memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan beragam.
Advertisement
Advertisement
Selain sektor peternakan, Pemerintah Provinsi Bali juga mendorong koperasi untuk mengembangkan komoditas pertanian unggulan lainnya, seperti padi Sudaji. Padi jenis ini memiliki karakteristik menarik yang mendukung kemandirian pangan daerah. Hasil riset menunjukkan padi Sudaji memiliki masa panen relatif singkat, yakni sekitar 105 hari, dengan hasil menjanjikan per hektare.
Potensi padi Sudaji ini menjadikannya komoditas strategis untuk mendukung kemandirian pangan Bali secara berkelanjutan. Dengan dukungan koperasi, diharapkan produksi dan distribusi padi Sudaji dapat meningkat. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi petani lokal dan ketersediaan pangan di Bali.
Kepada perwakilan koperasi-koperasi di Bali, Pemerintah Provinsi Bali menjanjikan penguatan regulasi dan infrastruktur. Dukungan ini akan diberikan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Gubernur Koster menegaskan bahwa seluruh upaya ini bertujuan memperkuat ekosistem Ekonomi Kerthi Bali yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Advertisement
Koster juga menambahkan bahwa langkah ini penting untuk menjauhkan sistem ekonomi daerah dari dominasi kapitalisme yang tidak berpihak pada rakyat. “Kami ingin ekonomi Bali tumbuh kuat, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan, inilah Ekonomi Kerthi Bali,” pungkasnya.
Sumber: AntaraNews