Persib Jalin Komunikasi dengan The Jak Mania Terkait Larangan Suporter Tim Tamu di GBLA
Jelang laga panas Persib vs Persija, PT Persib Bandung Bermartabat berkomunikasi dengan The Jak Mania terkait larangan suporter tim tamu hadir di Stadion GBLA demi keamanan dan ketertiban pertandingan.
PT Persib Bandung Bermartabat telah menjalin komunikasi dengan The Jak Mania, kelompok suporter Persija Jakarta. Komunikasi ini terkait dengan kebijakan larangan kehadiran suporter tim tamu pada pertandingan Super League. Laga tersebut akan mempertemukan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu sore pekan ini.
Kebijakan larangan suporter tim tamu ini diterapkan sesuai dengan regulasi liga yang berlaku. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama jalannya pertandingan. Adhi Pratama, Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, menegaskan bahwa regulasi ini harus dipatuhi.
Kepatuhan terhadap aturan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Pelanggaran dapat berujung pada sanksi tegas dari Komite Disiplin PSSI.
Regulasi Liga Tegaskan Larangan Suporter Tim Tamu
Adhi Pratama menjelaskan bahwa larangan kehadiran suporter tim tamu ini merujuk pada Regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7. Selain itu, Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 juga menjadi dasar penegakan kebijakan ini.
Regulasi tersebut secara tegas melarang suporter tim tamu untuk hadir di stadion. Kebijakan ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan secara menyeluruh. Hal ini merupakan upaya preventif untuk menghindari potensi gesekan antarsuporter.
"Pertandingan ini digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu sesuai ketentuan regulasi liga," kata Adhi di Bandung, Kamis. Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.
Sanksi Tegas Menanti Pelanggar Aturan
Adhi Pratama menekankan bahwa pelanggaran terhadap regulasi ini akan berujung pada sanksi tegas. Komite Disiplin PSSI saat ini aktif mengawasi dan menindak setiap pelanggaran yang terjadi. Sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat merugikan klub secara keseluruhan.
"Kami berharap aturan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pelanggaran terhadap regulasi akan berujung pada sanksi tegas," ujarnya. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak penyelenggara dalam menegakkan aturan demi kelancaran pertandingan.
Disiplin dan kesadaran bersama menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan. "Demi keamanan pertandingan dan kemajuan klub, mari kita patuhi aturan yang telah disepakati," kata Adhi. Ini adalah seruan kepada semua pihak untuk mendukung jalannya pertandingan yang aman dan tertib.
Antusiasme Suporter dan Tanggung Jawab Penyelenggara
Meskipun ada larangan suporter tim tamu, antusiasme suporter tuan rumah Persib sangat tinggi. Adhi menyebutkan bahwa sebanyak 26.000 tiket pertandingan Persib melawan Persija telah terjual habis. Penjualan tiket ini terjadi menjelang laga tersebut, menunjukkan dukungan penuh dari Bobotoh.
Dukungan masif dari suporter ini menjadi energi tambahan yang signifikan bagi para pemain di lapangan. Namun, hal ini juga sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi penyelenggara pertandingan. Mereka harus memastikan bahwa seluruh rangkaian pertandingan berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib.
Penyelenggara terus berupaya maksimal agar pertandingan dapat dinikmati oleh semua pihak yang hadir. Fokus utama adalah menciptakan atmosfer positif di dalam stadion. Kesuksesan penyelenggaraan pertandingan bergantung pada kerja sama dan kepatuhan semua elemen yang terlibat.
Sumber: AntaraNews