Lautan Biru Bobotoh Padati Bandung Sambut Pawai Juara Persib
Dari kawasan Gedung Sate di Jalan Diponegoro, para pemain Persib terlihat menaiki mobil Unimog sambil membawa trofi juara.
Ribuan Bobotoh memadati rute pawai juara Persib di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (24/5). Mayoritas suporter mengenakan pakaian biru khas Maung Bandung dan tumpah ruah di sepanjang jalan untuk merayakan keberhasilan Persib meraih gelar juara.
Dari kawasan Gedung Sate di Jalan Diponegoro, para pemain Persib terlihat menaiki mobil Unimog sambil membawa trofi juara. Mereka berulang kali menyapa Bobotoh yang berdiri di sisi kanan dan kiri jalan sembari mengangkat piala ke arah suporter.
Pawai juga diikuti sejumlah pejabat daerah yang turut meramaikan suasana perayaan juara.
Semua Kalangan Larut dalam Euforia
Suasana sukacita terasa di seluruh penjuru rute pawai. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut bersorak dan menyerukan nama para pemain Persib.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengaku bersyukur Persib mampu meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun.
"Alhamdulillah ya, cita-cita kita tercapai. Berkat izin Allah, rida Allah semuanya juga. Doa dari semua umat, berjuta umat ya," kata dia kepada wartawan.
Umuh juga belum mau berbicara banyak mengenai nasib para pemain untuk musim depan. Menurutnya, keputusan mempertahankan pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih.
Namun, ia berharap Bojan Hodak tetap bertahan melatih Persib dan kembali membawa tim meraih prestasi.
"Mudah-mudahan pelatih pun juga masih bersama-sama kita ya. Saya berusaha pelatih bisa bersama-sama. Ke depan juara, juara, juara gitu ya," ujar dia.
Dedi Mulyadi Sebut Persib Klub Profesional
Di lokasi yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai keberhasilan Persib menjadi juara tiga kali berturut-turut merupakan pencapaian luar biasa dan tidak mudah diraih.
Ia juga mengaku bangga karena Persib mampu mengelola tim secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah.
"Seluruh perayaan ini harus menjadi perayaan kebahagiaan, penuh cinta, dan bangun citra yang sangat positif, bahwa Bandung, Jawa Barat merupakan ruang terbuka bagi siapapun untuk berbahagia di sini," ujar dia.
"Persib sudah menunjukkan sebagai klub profesional tanpa harus mendapat campur tangan dari pemerintah. Ya, saya tegaskan sekali lagi, Persib merupakan klub profesional tanpa campur tangan dari pemerintah. Tanpa campur tangan dari pemerintah menjadi juara," lanjut dia.
Terkait bonus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk para pemain Persib, Dedi belum mengungkap nominal yang akan diberikan.
"Ya nanti lihat," ungkap dia.
Bobotoh Rela Jalan Kaki Demi Lihat Pawai
Antusiasme Bobotoh terlihat sejak pagi hari. Salah seorang suporter, Ajis (31), mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 06.00 WIB demi menyaksikan langsung pawai juara Persib.
Ia bahkan rela berjalan kaki dari kawasan Tegallega menuju pusat kota Bandung.
"Saya jalan kaki dari Tegalega, ya itung-itung olahraga lah sama biar ngga kena macet," kata dia.
Ajis mengaku bahagia Persib kembali menjadi juara meski sempat pesimistis di awal musim karena performa tim belum stabil.
"Ya, awalnya pesimis tapi saya yakin pasti bakal juara," ungkap dia.
Hal serupa disampaikan Bobotoh lainnya, Gilang (32), yang mengaku bangga melihat Persib kembali mengukir sejarah dengan meraih tiga gelar juara secara beruntun.
Ia mengaku sudah mengikuti perjalanan Persib sejak duduk di bangku SMP.
"Paling berkesan dulu pas tahun 2014, soalnya udah lama gak juara kan waktu itu. Terharu lah," kata dia.
Persib memastikan gelar juara setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap. Di sisi lain, kemenangan telak 7-1 yang diraih Borneo FC atas Malut United tetap tidak mampu menggeser posisi Persib di puncak klasemen.