Pernah Jadi Ajudan Presiden dan Wapres, Ini Profil Purn Jenderal TNI Kritik Status Mayor Teddy
Mantan ajudan Presiden dan Wakil Presiden, TB Hasanuddin, memiliki karier militer dan politik yang gemilang, ditandai dengan perjalanan panjangnya di TNI AD.
Nama Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menjadi perhatian publik, usai mengomentari posisi Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dianggap melanggar Undang-Undang TNI no 34 tahun 2004 pasal 47.
Dia mengingatkan, dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU TNI yang baru prajurit TNI aktif hanya boleh mengisi jabatan sipil di 15 kementerian atau lembaga.
TB mengungkapkan, dirinya sempat dimintai pendapat oleh pihak Istana pada Oktober 2024 terkait rencana pengangkatan mayor Teddy sebagai Seskab tanpa harus mengundurkan diri dari militer.
"Saat itu saya menyarankan agar jika ingin mempertahankan status militer mayor Teddy, maka posisinya sebaiknya ditempatkan di Sekretariat Militer. Ada beberapa jabatan di sana, seperti Kepala Biro Umum, Kepala Biro Tanda Pangkat, dan Kepala Biro Tanda Jasa dan Kehormatan. Kalau mau, ya di tambahkan saja satu Kepala Biro Sekretariat Kabinet di bawah Sekretariat Militer. Itu sesuai dengan UU TNI Pasal 47," kata TB Hasanuddin dalam keterangannya, Rabu (12/3).
TB Hasanuddin, lahir di Majalengka pada 8 September 1952, telah menjalani karier panjang dan gemilang, baik di dunia militer maupun politik. Perjalanan hidupnya dimulai dari pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) yang diselesaikan pada tahun 1974, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan sipil hingga meraih gelar Doktor Manajemen. Ia dikenal luas sebagai mantan ajudan Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.
Karier militernya dimulai di Batalyon Kodam Siliwangi (1975-1983), kemudian berlanjut sebagai Instruktur AKABRI Magelang (1983-1985) dan bertugas di Kodam I Aceh (1985-1989). Pengalamannya semakin beragam dengan menjadi dosen di SESKOAD Bandung (1989-1992) dan Komandan Sektor Pasukan Perdamaian PBB di Irak (1992-1993).
Puncak karier militernya ditandai dengan jabatan sebagai ajudan Wakil Presiden Try Sutrisno (1996) dan Presiden B.J. Habibie (1998-1999), serta Sekretaris Militer Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004) dan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2005). Ia mengakhiri pengabdiannya di TNI AD pada tahun 2009 dengan pangkat Mayor Jenderal.
Setelah pensiun dari militer, TB Hasanuddin memasuki dunia politik dengan bergabung bersama PDI Perjuangan. Kiprahnya di parlemen dimulai dengan menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019, bahkan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR (2009-2014). Di internal partai, ia juga memegang posisi penting sebagai Ketua Departemen Politik DPP dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat (2012). Ia juga pernah dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2018, meskipun pada akhirnya tidak berhasil memenangkan pemilihan tersebut.
Karier Militer yang Cemerlang
Lulusan AKABRI tahun 1974 ini memulai karier militernya di Batalyon Kodam Siliwangi. Setelah itu, ia menjabat sebagai instruktur di AKABRI Magelang dan bertugas di Kodam I Aceh. Pengalamannya semakin lengkap dengan menjadi dosen di SESKOAD Bandung dan memimpin sektor pasukan perdamaian PBB di Irak. Jabatannya sebagai ajudan Presiden dan Wakil Presiden menjadi puncak karier militernya sebelum akhirnya pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal.
Perjalanan karier militer TB Hasanuddin menunjukkan dedikasi dan profesionalitasnya. Ia tidak hanya bertugas di berbagai satuan, tetapi juga berkontribusi dalam misi perdamaian internasional. Pengalaman ini tentu memberikan wawasan dan keterampilan kepemimpinan yang berharga.
Selain pendidikan militer, TB Hasanuddin juga menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan sipil dengan meraih gelar S1 Ekonomi, S2 Magister Manajemen, dan S3 Doktor Manajemen. Kombinasi pendidikan militer dan sipil ini menjadikannya sosok yang unik dan berpengalaman.
Kiprah di Dunia Politik
Setelah pensiun dari militer, TB Hasanuddin terjun ke dunia politik dengan bergabung ke PDI Perjuangan. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode, dan bahkan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR. Pengalamannya di dunia militer sangat membantu dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR.
Sebagai anggota DPR, TB Hasanuddin aktif dalam berbagai kegiatan legislatif. Ia juga memegang posisi penting di partai, seperti Ketua Departemen Politik DPP dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat. Partisipasinya dalam Pilgub Jawa Barat 2018 menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pengalamannya sebagai ajudan Presiden dan Wakil Presiden memberikannya wawasan yang luas tentang pemerintahan dan politik. Hal ini menjadi modal berharga dalam perjalanan karier politiknya.
TB Hasanuddin juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Jabatan ini menunjukkan kepercayaan dan pengakuan atas kemampuan dan integritasnya.