Perhumas Terapkan Standar Internasional Kehumasan, Jamin Kualitas Kompetensi PR di Seluruh Indonesia
Perhumas mengadopsi standar internasional kehumasan melalui kerja sama global, memastikan kualitas kompetensi PR yang seragam di seluruh wilayah Indonesia dan menarik praktisi bergabung.
Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) secara resmi mengumumkan penerapan standar internasional untuk kompetensi kehumasan di Indonesia. Inisiatif strategis ini merupakan langkah maju guna memastikan kualitas dan kredibilitas profesi humas di Tanah Air. Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, menyatakan komitmen ini dalam sebuah seminar di Banjarmasin, Sabtu (18/4).
Penerapan standar internasional kehumasan ini diwujudkan melalui kerja sama erat dengan Global Alliance for Public Relations and Communication Management, sebuah organisasi terkemuka yang berpusat di Zürich, Swiss. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan akreditasi yang diakui secara global bagi para praktisi kehumasan di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta profesionalisme anggota Perhumas.
Boy Kelana Soebroto menekankan pentingnya kolaborasi global tersebut untuk menjamin kualitas kompetensi kehumasan yang dikeluarkan oleh Perhumas. Selain itu, Perhumas juga berupaya menyamaratakan standar kompetensi di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari perkotaan besar hingga pelosok daerah. Hal ini memastikan tidak ada perbedaan kualitas antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, seperti Jakarta dan Kalimantan.
Kolaborasi Global untuk Akreditasi Kehumasan
Perhumas mengambil langkah proaktif dengan menjalin kemitraan strategis bersama Global Alliance for Public Relations and Communication Management. Kemitraan ini menjadi fondasi utama dalam mengimplementasikan standar internasional kehumasan yang relevan dan mutakhir. Boy Kelana Soebroto menegaskan bahwa akreditasi yang diberikan Perhumas akan mengacu pada pedoman asosiasi PR global tersebut.
Kerja sama ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah upaya konkret untuk memastikan bahwa setiap praktisi humas di Indonesia memiliki kualifikasi yang setara dengan standar global. Hal ini penting mengingat dinamika komunikasi yang semakin kompleks dan terhubung secara internasional. Dengan demikian, kualitas kompetensi kehumasan di Indonesia dapat terus terjaga dan berkembang.
Menurut Boy, kolaborasi global adalah kunci untuk menjamin kualitas kompetensi kehumasan yang dikeluarkan oleh Perhumas. Ini berarti bahwa sertifikasi profesi yang diterbitkan oleh Perhumas akan memiliki legitimasi dan pengakuan yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Para praktisi humas diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri.
Penyetaraan Kualitas Kompetensi PR Nasional
Salah satu fokus utama Perhumas adalah menyamaratakan standar kompetensi kehumasan di seluruh wilayah Indonesia. Boy Kelana Soebroto menegaskan bahwa tidak akan ada perbedaan kualitas antara praktisi humas di kota besar seperti Jakarta dengan mereka yang berada di daerah seperti Kalimantan. Semangat ini didasari pada keinginan untuk membangun ekosistem kehumasan yang inklusif dan berkualitas merata.
Meskipun standar kualitasnya sama, Perhumas membedakan jenjang kompetensi berdasarkan tingkat pengalaman dan keahlian. Jenjang tersebut meliputi muda, madya, dan utama, yang menjadi acuan dalam sistem sertifikasi profesi yang diterbitkan. Diferensiasi ini memungkinkan pengakuan terhadap tingkat kematangan profesionalisme masing-masing praktisi humas.
Dengan adanya penyetaraan dan jenjang kompetensi ini, Perhumas berharap dapat mendorong seluruh bidang humas, baik dari unsur lembaga pemerintah, swasta, maupun BUMN, untuk terus meningkatkan kapabilitasnya. Ajakan untuk bergabung dengan Perhumas dan mengikuti program-program yang dijalankan merupakan bagian dari upaya kolektif ini.
Peran Perhumas dalam Pengembangan Profesi Humas
Kehadiran Boy Kelana Soebroto di Seminar Komunikasi & Kehumasan bertajuk “Banjarmasin untuk Indonesia: Kolaborasi Strategis Humas di Era Digital dan Keberlanjutan” di Gedung Handil Bakti, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska) Banjarmasin, menunjukkan komitmen Perhumas dalam pengembangan profesi. Seminar ini menjadi wadah diskusi penting bagi para praktisi dan akademisi.
Acara tersebut menghadirkan narasumber terkemuka, termasuk Dr. Novaria Maulina, Kepala Protokoler Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang membahas penguatan kompetensi humas. Selain itu, Dr. Dian Agustine Nuriman, Wakil Ketua Umum BPP Perhumas, turut menyampaikan materi terkait gerakan komunikasi positif melalui inisiatif #IndonesiaBicaraBaik.
Dalam kesempatan yang sama, Boy Kelana Soebroto, didampingi Sekretaris Umum Perhumas yang juga Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, melantik Bangkit Pratama sebagai Ketua BPC Perhumas Banjarmasin beserta jajaran pengurus lainnya. Pelantikan ini menandai langkah strategis Perhumas untuk memperluas jangkauan dan pengaruhnya di daerah.
Perhumas Banjarmasin merupakan cabang pertama di pulau Kalimantan, sebuah tonggak penting dalam upaya Perhumas untuk meningkatkan kompetensi kehumasan di tingkat regional. Kehadiran cabang ini diharapkan dapat memacu peningkatan kualitas dan profesionalisme para praktisi humas di Kalimantan.
Sumber: AntaraNews