Peras Banyak Kades di Muara Enim, Wartawan Nakal Asal OKI Ditangkap Polisi
Pelaku menyuruh korban mengabarkan kepada seluruh kades di kecamatan itu untuk menyetor uang kepadanya masing-masing Rp3 juta.
Seorang wartawan, HW (32), tertangkap tangan melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala desa di Kecamatan Benakat, Muara Enim, Sumatera Selatan. Para korban kesal hingga melapor ke polisi.
Awalnya pelaku mengirim pesan singkat kepada salah seorang korban untuk bertemu, Jumat (20/2) pagi. Ketika itu, pelaku menyuruh korban mengabarkan kepada seluruh kades di kecamatan itu untuk menyetor uang kepadanya masing-masing Rp3 juta.
Korban keberatan karena nominalnya terlalu besar. Alhasil pelaku menurunkan permintannya menjadi Rp2 juta per kades.
Merasa diperas, korban melapor ke polisi hingga rencana penangkapan pun dilakukan. Wartawan asal Ogan Komering Ilir (OKI) itu diajak bertemu di depan minimarket di Desa Gunung Megang Luar pada malam harinya.
Ketika, dua kades menemui pelaku dan terjadi transaksi penyerahan uang Rp1,1 juta. Begitu uang berpindah tangan, polisi datang menyergap dan melakukan penangkapan.
"Benar, kita lakukan penangkapan tangan terhadap oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kades," ungkap Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang, Senin (23/2).
Tak Hanya Sekali Beraksi
Dari pemeriksaan, pelaku sudah beberapa kali melakukan pemerasan. Sejumlah kades harus mentransfer sejumlah uang kepada pelaku setiap bulannya.
"Ada yang Rp800.000 sebulan, ada Rp500.000, beragam nominalnya," kata Situmorang.
Jeratan Pasal
Pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Dia terancam dikenakan Pasal 482 atau Pasal 483 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.
Dalam perkara ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti uang hasil pemerasan sebanyak Rp1,1 juta, ponsel, id card wartawan, dan ATM beserta buku tabungan.