Penjelasan lengkap Pertamina Soal Pertamax Bercampur Air di SPBU Solo, Bikin Mobil dan Motor Mogok
Pertamina beralasan penyebab Pertamax yang tercampur air itu karena faktor curah hujan yang tinggi.
Pertamina buka suara terkait viral mobil Honda HRV mogok usai isi Pertamax di SPBU Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menuturkan, mobil Honda HRV tersebut mengisi Pertamax pada hari Kamis (6/3) sekitar pukul 09.30 WIB.
Menurutnya, penyebab Pertamax yang tercampur air itu karena faktor curah hujan yang tinggi. Sehingga tangki BBM di SPBU tersebut ada rembesan air.
"Di SPBU Pucangsawit ada HRV yang mengalami kendala seperti video tersebut, lalu dia kembali ke SPBU Pucangsawit. Setelah dilakukan pengecekan, memang ada kandungan airnya, karena curah hujan yang tinggi sehingga ada rembesan," kata Taufiq saat dihubungi wartawan, Sabtu (8/3).
Pihaknya sudah melakukan pengecekan BBM di SPBU Pucangsawit. Hasilnya, penjualan Pertamax di SPBU tersebut dihentikan sementara sampai jangka waktu yang belum ditentukan.
Sementara untuk produk yang lain, masih diizinkan untuk melayani pembeli. Taufiq menuturkan, pembelian Pertamax bisa dilakukan di SPBU lainnya terlebih dahulu, seperti di SPBU Pedaringan, Sekarpace maupun Jurug.
"Tangki dan dispenser Pertamax kita lakukan pengecekan, dan di-stop operasionalnya dulu sementara. Untuk produk lain di SPBU Pucangsawit, kita pastikan tidak ada kandungan airnya," jelasnya.
Korban Tidak Hanya HRV
Lanjut dia, selain mobil Honda HRV, ada satu sepeda motor yang juga melaporkan kejadian serupa. Pihak SPBU juga sudah melakukan ganti rugi.
"Kami sudah memberikan ganti rugi dari SPBU tersebut senilai biaya servis dan BBM-nya. Untuk konsumen lainnya, hanya ada satu motor. Tapi motor itu ikhlas, tidak minta ganti rugi," katanya.
Bagi kendaraan lain yang mengalami hal serupa bisa, lanjut dia, bisa melaporkan ke SPBU Pucangsawit. Laporan akan dilakukan dengan penyocokan CCTV, dan bisa melampirkan bukti pembelian Pertamax di SPBU Pucangsawit.
"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan konsumen akibat hal ini. Pertamina sudah melakukan pengecekan di seluruh SPBU se-Solo Raya pada Jumat (7/3) sore. Hasilnya hanya SPBU Pucangsawit saja yang ada campuran air karena curah hujan yang tinggi, mungkin ada rembesan dan sebagainya," pungkasnya.
Cerita Pemilik Mobil
Sebelumnya diberitakan, John Arkha Budi, warga Palur, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengamuk setelah mobil Honda HRV yang baru dibeli 4 bulan lalu mengalami masalah.
Mobil yang dikendarainya menuju Yogyakarta, Jumat lalu, mogok di wilayah Solo Baru.
Usut punya usut, mobil Arkha bermasalah pada bahan bakar Pertamax yang dibelinya di SPBU Pucangsawit, Solo.
"Hati hati kawan isi Pertamax di SPBU Pucang sawit, mobil saya HRV bisa mogok di tengah jalan area Solo Baru setelah isi Pertamax. Mati dan setelah dicek teknisi Honda Solo Baru, ternyata sebagian Pertamax yang saya isi di dalam tangki mengandung air. Ini buktinya," tulis Arkha Budi di akun Facebook miliknya yang disertai bukti rekaman video.
Video tersebut viral setelah kembali diunggah oleh akun INFO CEGATAN SOLO, tiga hari lalu.
Lanjut Arkha, saat mati mesin, mobil yang dikendarainya sempat diperiksa oleh teknisi resmi Honda Solo Baru. Dan hasilnya memang ditemukan air yang bercampur Pertamax.
"Ini bukti lagi di keluarkan airnya sama teknisi Honda Solo Baru. Mobil baru saya pakai perjalanan dari rumah Palur dan rencana saya mau ke Jogja. Saya isi di SPBU Pucang Sawit. Setelah sampai Solo Baru, mobil terasa bergetar, brebet, brebet, setelah itu mati total, enggak ada tenaga. Apa ini saya berbohong, saya juga enggak mau mobil saya mogok. Logikanya HRV baru turun 4 bulan dari dealer masa mogok," tulisnya lagi.