Awas! 3 Kebiasaan Nyetir Ini Bikin Bensin Boros
Sebagian besar pemilik mobil cenderung memiliki kebiasaan berkendara yang menyebabkan konsumsi bensin menjadi lebih tinggi.
Konsumsi bahan bakar merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil, terutama untuk kendaraan dengan harga yang relatif tinggi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa tidak ada orang yang ingin terjebak dalam biaya operasional yang tinggi akibat mobil yang boros bahan bakar. Dengan fluktuasi harga BBM yang sering terjadi, efisiensi bahan bakar menjadi kriteria utama dalam memilih kendaraan.
Namun, banyak pemilik mobil yang tanpa sadar memiliki kebiasaan berkendara yang justru membuat konsumsi bensin mereka meningkat. Padahal, dengan melakukan beberapa perubahan kecil pada gaya mengemudi, mereka dapat menghemat bahan bakar secara signifikan. Menurut informasi dari laman Suzuki, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar mobil lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.
1. Suka Berpindah Jalur
Berpindah jalur saat menghadapi kemacetan menjadi hal yang biasa dilakukan oleh pengendara, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek. Banyak orang beranggapan bahwa dengan berpindah jalur, perjalanan mereka akan lebih cepat. Namun, kenyataannya, kebiasaan ini justru dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Setiap kali pengemudi berpindah jalur, mereka cenderung menekan pedal gas dan rem secara bergantian, yang secara otomatis mengakibatkan pembakaran BBM yang lebih banyak serta mempercepat keausan pada mesin dan rem kendaraan.
2. Mengangkut Penumpang Melebihi Kapasitas
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah mengangkut penumpang lebih dari kapasitas yang ditentukan mobil. Selain itu, barang bawaan yang dibawa juga sering kali melebihi batas muatan, sehingga berat total yang harus ditanggung oleh mesin semakin bertambah. Intinya, semakin berat beban yang ditanggung oleh mesin, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kapasitas muatan agar konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Tekanan angin pada ban tidak cukup
Di Indonesia, sering kali kita menemukan jalan yang tidak rata dan bahkan berlubang. Hal ini mengakibatkan beban kerja ban menjadi lebih berat dibandingkan saat melintasi jalan yang halus. Ketika mobil melaju, gesekan yang dialami ban dapat menyebabkan penurunan tekanan udara di dalamnya.
Tekanan udara yang rendah pada ban dapat berpengaruh negatif terhadap kenyamanan berkendara dan juga akan berdampak pada konsumsi bahan bakar. Seperti yang telah disebutkan, "itu tadi ulasan tentang kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh pengendara mobil dengan akibat bensin menjadi boros." Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut agar penggunaan bahan bakar lebih efisien.