Kronologi Mobil Baru Mogok Usai Isi Pertamax di SPBU Solo, Ternyata Bercampur Air
Tidak lama usai isi Pertamax, mobil Honda HRV tersebut terasa bergetar hingga akhirnya mati total.
John Arkha Budi, warga Palur, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengamuk setelah mobil Honda HRV yang baru dibeli 4 bulan lalu mengalami masalah. Mobil yang dikendarainya menuju Yogyakarta, Jumat lalu, mogok di wilayah Solo Baru.
Usut punya usut, mobil Arkha bermasalah pada bahan bakar Pertamax yang dibelinya di SPBU Pucangsawit, Solo.
"Hati hati kawan isi Pertamax di SPBU Pucang sawit, mobil saya HRV bisa mogok di tengah jalan area Solo Baru setelah isi Pertamax. Mati dan setelah dicek teknisi Honda Solo Baru, ternyata sebagian Pertamax yang saya isi di dalam tangki mengandung air. Ini buktinya," tulis Arkha Budi di akun Facebook miliknya yang disertai bukti rekaman video.
Video tersebut viral setelah kembali diunggah oleh akun INFO CEGATAN SOLO, tiga hari lalu.
Lanjut Arkha, saat mati mesin, mobil yang dikendarainya sempat diperiksa oleh teknisi resmi Honda Solo Baru. Dan hasilnya memang ditemukan air yang bercampur Pertamax.
"Ini bukti lagi di keluarkan airnya sama teknisi Honda Solo Baru. Mobil baru saya pakai perjalanan dari rumah Palur dan rencana saya mau ke Jogja. Saya isi di SPBU Pucang Sawit. Setelah sampai Solo Baru, mobil terasa bergetar, brebet, brebet, setelah itu mati total, enggak ada tenaga. Apa ini saya berbohong, saya juga enggak mau mobil saya mogok. Logikanya HRV baru turun 4 bulan dari dealer masa mogok," tulisnya lagi.
Jawaban Pertamina
Dikonfirmasi wartawan, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, membenarkan kejadian itu.
Dikatakan Taufiq, mobil Honda HRV tersebut mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, pada Kamis (6/3) sekitar pukul 09.30 WIB.
Lanjut dia, selain mobil Honda HRV, ada satu sepeda motor yang juga melaporkan kejadian serupa. Pihak SPBU juga sudah melakukan ganti rugi.
"Kami sudah memberikan ganti rugi dari SPBU tersebut senilai biaya servis dan BBM-nya. Untuk konsumen lainnya, hanya ada satu motor. Tapi motor itu ikhlas, tidak minta ganti rugi," kata Taufiq, Sabtu (8/3).