Pengelolaan Limbah Elektronik Kodam Jaya: Role Model Lingkungan Berkelanjutan
Kodam Jaya berhasil mengumpulkan 5,5 ton limbah elektronik, menjadikan program pengelolaan limbah elektronik ini sebagai 'role model' bagi instansi lain di Jakarta dan nasional dalam menjaga lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyoroti inisiatif Kodam Jaya dalam mengelola sampah atau limbah elektronik (e-waste) secara terstruktur dan masif. Program ini dinilai sangat baik dan dapat menjadi 'role model' bagi instansi atau lembaga lainnya.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengapresiasi langkah konkret Kodam Jaya melalui program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” yang bertujuan mencegah pencemaran lingkungan. Inisiatif ini juga diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain di seluruh Jakarta.
Melalui program tersebut, Kodam Jaya berhasil menghimpun 5.598,2 kilogram atau sekitar 5,5 ton limbah elektronik. Seluruh limbah ini kemudian diserahkan kepada DLH DKI Jakarta untuk dikelola sesuai standar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Inisiatif Kodam Jaya dan Program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”
Program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” merupakan gagasan langsung dari Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kodam Jaya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, tidak hanya sebatas pengamanan wilayah.
Pengumpulan e-waste dilakukan dari seluruh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Kowil di lingkungan Kodam Jaya. Langkah ini memastikan bahwa limbah elektronik yang berpotensi berbahaya dapat ditangani dengan benar.
Penyerahan limbah elektronik kepada DLH DKI Jakarta untuk pengelolaan sesuai standar B3 adalah bagian integral dari program ini. Hal ini menjamin penanganan yang aman dan bertanggung jawab terhadap material berbahaya dalam e-waste.
Pentingnya Penanganan Limbah Elektronik yang Tepat
Asep Kuswanto menjelaskan bahwa sampah elektronik mengandung berbagai zat berbahaya, salah satunya merkuri. Zat-zat ini berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.
Oleh karena itu, pengumpulan dan pengelolaan e-waste secara terkontrol menjadi sangat penting untuk meminimalkan dampak negatifnya. Inisiatif seperti yang dilakukan Kodam Jaya sangat krusial dalam upaya perlindungan lingkungan.
Pengelolaan limbah B3, termasuk e-waste, memerlukan prosedur khusus dan fasilitas yang memadai. Kolaborasi antara Kodam Jaya dan DLH DKI Jakarta memastikan bahwa standar pengelolaan limbah berbahaya ini terpenuhi.
Komitmen Berkelanjutan dan Ajakan Kolaborasi
Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetap aman. Melalui program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”, Kodam Jaya ingin memastikan limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.
DLH DKI Jakarta berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut dan diperluas, tidak hanya pada pengelolaan e-waste, tetapi juga pada berbagai program lingkungan lainnya. Hal ini menunjukkan visi jangka panjang untuk Jakarta yang lebih bersih dan sehat.
Asep Kuswanto juga mengajak instansi pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya untuk mengikuti jejak Kodam Jaya. Ia mendorong mereka untuk melakukan pengumpulan e-waste secara terstruktur di lingkungan masing-masing, demi terciptanya dampak positif yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews