Penemuan Jenazah Polisi Katingan: Kronologi Operasi Narkoba Berujung Duka
Tim gabungan berhasil menemukan jenazah Aiptu Sumariyanto, anggota Polres Katingan, yang hilang saat operasi penggerebekan bandar sabu. Penemuan jenazah polisi Katingan ini mengungkap detail bentrok berdarah.
Tim gabungan akhirnya menemukan jenazah Aiptu Sumariyanto, seorang anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah, pada Minggu (05/7) pagi. Aiptu Sumariyanto dilaporkan hilang setelah terlibat dalam operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang berlangsung intensif pasca insiden bentrok berdarah tersebut.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi penemuan tersebut di Palangka Raya, menyatakan bahwa jenazah ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden ini bermula dari operasi penangkapan terduga pelaku tindak pidana narkotika yang kemudian berujung pada perlawanan dari pihak keluarga terduga. Peristiwa tragis ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi aparat dalam memberantas peredaran narkoba.
Jasad Aiptu Sumariyanto ditemukan mengapung dan tersangkut di kayu oleh warga setempat, berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian awal. Penemuan ini terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di Desa Rantau Asem. Evakuasi segera dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Kronologi Operasi Narkoba Berujung Bentrok
Operasi penggerebekan terhadap terduga pelaku tindak pidana narkotika dimulai pada Kamis dini hari di Desa Tumbang Kalamei. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku. Namun, situasi berubah drastis ketika anggota keluarga terduga pelaku melakukan perlawanan sengit.
Perlawanan tersebut menggunakan senjata tajam jenis parang, menyebabkan bentrok tidak terhindarkan antara aparat dan keluarga pelaku. Dalam insiden tragis ini, Aiptu Yudhi, personel Satresnarkoba Polres Katingan, gugur akibat serangan senjata tajam. Seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Kapolres Dodik Hartono menjelaskan, "Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia." Insiden ini menunjukkan betapa berbahayanya tugas penegakan hukum di lapangan, terutama dalam kasus narkoba.
Proses Pencarian dan Evakuasi Jenazah Polisi Katingan
Pencarian terhadap anggota Polres Katingan yang hilang dimulai segera setelah insiden bentrok. Sebelumnya, Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Polres Katingan lainnya yang juga terlibat dalam operasi, telah ditemukan pada Sabtu (04/07) sekitar pukul 15:55 WIB. Penemuan Bripda Nopandri memberikan harapan akan keselamatan Aiptu Sumariyanto.
Namun, harapan tersebut berubah menjadi duka ketika jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan pada Minggu (05/7) pagi. Jasadnya ditemukan oleh warga yang melihat adanya jenazah mengapung dan tersangkut di kayu di DAS Katingan, Desa Rantau Asem. Lokasi penemuan berjarak sekitar 8 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan.
Setelah ditemukan, jasad Aiptu Sumariyanto segera dievakuasi oleh tim gabungan. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi dan autopsi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti kematian.
Komitmen Pemberantasan Narkoba di Kalimantan Tengah
Insiden tragis ini kembali menegaskan risiko dan tantangan dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Aiptu Sumariyanto dan Aiptu Yudhi. Ia juga menegaskan komitmen kuat Polda Kalteng untuk terus memerangi peredaran narkotika.
Irjen Pol Iwan Kurniawan menyerukan persatuan dalam melawan kejahatan narkoba. "Kita harus bersatu melawan narkoba. Jangan memberi ruang bagi para pelaku yang merusak masa depan anak-anak bangsa," katanya. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
Polda Kalimantan Tengah, bersama pemerintah dan berbagai pihak terkait lainnya, akan terus bersinergi dalam upaya pemberantasan narkotika. Langkah-langkah tegas dan terukur akan terus dilakukan untuk memberantas jaringan pengedar. Komitmen ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman narkoba bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Sumber: AntaraNews