Pemkot Sorong Gandeng BKMT Salurkan Makanan Tambahan untuk Tekan Stunting, Perkuat Peran Kader Posyandu
Pemerintah Kota Sorong menggandeng BKMT untuk menyalurkan makanan tambahan kepada kader posyandu. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis Pemkot Sorong salurkan makanan tambahan demi menekan angka stunting di wilayahnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong telah mengambil langkah strategis dalam upaya penanganan stunting di wilayahnya. Kolaborasi penting terjalin dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) untuk menyalurkan bantuan makanan tambahan. Inisiatif ini ditujukan kepada para kader posyandu yang merupakan garda terdepan di masyarakat.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan bahwa BKMT adalah mitra strategis pemerintah kota. Kemitraan ini sangat krusial untuk mendukung program pembangunan, khususnya di sektor kesehatan. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian integral dari perayaan Milad Ke-45 BKMT yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong.
Bantuan makanan tambahan ini akan didistribusikan secara merata ke posyandu-posyandu. Cakupannya meliputi 10 distrik dan 41 kelurahan di seluruh Kota Sorong. Tujuannya jelas, yakni mempercepat penurunan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kolaborasi Strategis Pemkot Sorong dan BKMT
Kemitraan antara Pemkot Sorong dan BKMT bukanlah hal baru, namun semakin diperkuat dalam momentum Milad Ke-45 BKMT. Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, secara langsung menyampaikan apresiasinya atas peran aktif organisasi ini. BKMT dianggap sebagai pilar penting yang membantu mewujudkan visi dan misi pemerintah kota.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan seperti BKMT, sangat dibutuhkan pemerintah. Khususnya dalam mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan. Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Sorong secara menyeluruh.
Melalui jaringan majelis taklim dan kader perempuan yang luas, BKMT memiliki kapasitas menjangkau masyarakat akar rumput. Kemampuan ini menjadi aset berharga dalam implementasi program-program kesehatan. Ini memastikan bantuan dan informasi dapat tersampaikan hingga ke pelosok wilayah.
Penurunan Angka Stunting dan Peran Kader Posyandu
Upaya kolaboratif ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam penanganan stunting. Data terbaru menunjukkan penurunan angka stunting di Kota Sorong sebesar 1,6 persen. Angka ini turun dari 29,3 persen pada tahun 2024 menjadi 27,6 persen pada tahun 2025.
Bantuan makanan tambahan ini memiliki mekanisme penyaluran yang spesifik. Bantuan tersebut tidak dimaksudkan untuk dimasak oleh kader posyandu. Sebaliknya, makanan ini langsung didistribusikan ke posyandu untuk diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Peran kader posyandu sangat vital dalam mata rantai distribusi dan edukasi. Mereka adalah ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan keluarga dan anak-anak. Keberadaan mereka memastikan bahwa setiap bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pembangunan Sorong
Pemkot Sorong berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Tidak hanya dengan BKMT, tetapi juga dengan organisasi perempuan lainnya yang memiliki kepedulian serupa. Hal ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun ekosistem dukungan yang kuat.
Wali Kota Sorong berharap agar organisasi-organisasi masyarakat dapat terus bersinergi dengan pemerintah kota. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung program serta visi-misi pemerintah secara langsung maupun tidak langsung. Tujuannya adalah mewujudkan pembangunan Sorong yang lebih baik hingga tahun 2045.
Melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif, Pemkot Sorong berupaya menciptakan fondasi pembangunan yang kokoh. Fokusnya adalah pada peningkatan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan generasi mendatang. Ini adalah investasi penting untuk masa depan Kota Sorong yang lebih cerah.
Sumber: AntaraNews