Trivia: 6 Poin Aksi Pemkot Banjarmasin untuk Penanganan Stunting, Target Turun Signifikan di 2025
Pemerintah Kota Banjarmasin serius menggalakkan enam poin aksi konvergensi untuk Penanganan Stunting. Bagaimana strategi ini akan menurunkan angka stunting hingga 2025?
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), secara serius menggalakkan enam poin aksi konvergensi untuk Penanganan Stunting di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap angka stunting yang masih berada di level 26,5 persen pada tahun 2024. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mencapai target penurunan signifikan pada tahun 2025.
Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi kasus gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kurang gizi kronis, yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kota Banjarmasin diinstruksikan untuk menjalankan aksi konvergensi ini secara terpadu. Seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah diharapkan dapat bersinergi dalam upaya mulia ini.
Wali Kota Yamin HR menegaskan bahwa Penanganan Stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu sektor saja, melainkan memerlukan kolaborasi kuat dari berbagai pihak. Dengan demikian, diharapkan angka stunting di Kota Banjarmasin dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini merupakan bagian integral dari visi pembangunan kota yang berkelanjutan.
Enam Poin Aksi Konvergensi Penanganan Stunting
Dalam upaya Penanganan Stunting yang komprehensif, Pemerintah Kota Banjarmasin telah merumuskan enam poin aksi utama. Poin pertama adalah mendorong seluruh kelurahan untuk mengaktifkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) di wilayah masing-masing. Hal ini memastikan kegiatan pencegahan stunting dapat berjalan efektif di tingkat akar rumput tanpa terkecuali.
Selanjutnya, poin kedua menekankan penyusunan pedoman serta jadwal monitoring dan evaluasi secara rutin. Penguatan sistem pelaporan juga menjadi krusial agar setiap program Penanganan Stunting berjalan tepat sasaran dan terukur. Poin ketiga berfokus pada peningkatan koordinasi lintas sektor melalui penguatan forum TP3S, memastikan seluruh indikator kinerja dapat tercapai secara optimal.
Wali Kota Yamin HR juga menyampaikan poin keempat yang sangat penting, yaitu "memastikan dukungan anggaran yang memadai di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk intervensi sensitif dan spesifik terkait stunting," ujarnya. Selain itu, poin kelima adalah mengintegrasikan basis data stunting agar tidak terjadi tumpang tindih sasaran, sehingga keluarga berisiko mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan. Poin keenam adalah meningkatkan kapasitas kader Posyandu, memastikan insentif tersedia, serta melibatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung program pencegahan stunting.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan
Muhammad Yamin HR menegaskan bahwa Penanganan Stunting di Banjarmasin bukanlah tugas eksklusif sektor kesehatan. Menurutnya, masalah ini merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai sektor lain. "Penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor, seperti pendidikan, sosial, pekerjaan umum, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup," jelasnya.
Keterlibatan berbagai instansi ini sangat vital untuk menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Sinergi antara dinas pendidikan, sosial, pekerjaan umum, dan ketahanan pangan akan memastikan intervensi yang holistik. Lingkungan hidup yang sehat juga berperan besar dalam pencegahan stunting, sehingga kolaborasi ini menjadi kunci.
Wali Kota Yamin HR optimistis bahwa dengan pendekatan ini, target penurunan stunting dapat tercapai. "Konvergensi lintas sektor inilah yang menjadi kunci keberhasilan kita. Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, saya yakin angka stunting di Kota Banjarmasin dapat kita turunkan secara signifikan," tambahnya, menekankan pentingnya kerja sama untuk masa depan yang lebih baik.
Mewujudkan Generasi Unggul untuk Banjarmasin Maju Sejahtera
Upaya serius dalam Penanganan Stunting ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar perbaikan kesehatan anak. Yamin HR menyatakan bahwa ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kota. "Upaya menurunkan angka stunting bukan hanya untuk memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak, tetapi juga untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas dan produktif," ujarnya.
Generasi muda yang bebas stunting akan menjadi aset berharga bagi pembangunan daerah. Anak-anak yang tumbuh dengan gizi baik memiliki potensi akademik dan produktivitas yang lebih tinggi. Hal ini secara langsung akan mendukung pencapaian visi pembangunan Kota Banjarmasin ke depan.
Pada akhirnya, seluruh program Penanganan Stunting ini diarahkan untuk mewujudkan visi "Banjarmasin Maju Sejahtera". Visi tersebut mencakup pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas serta kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan demikian, Banjarmasin akan memiliki fondasi kuat untuk kemajuan di berbagai bidang.
Sumber: AntaraNews