Pemkot Banjarmasin Siapkan Perubahan Desain, Jembatan Cusa Banjarmasin Segera Rampung
Pemerintah Kota Banjarmasin sedang menyusun perubahan desain untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Cusa Banjarmasin yang vital bagi warga Sungai Andai. Proyek ini diharapkan dapat mengurai kemacetan parah di wilayah tersebut.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), tengah menyiapkan perubahan desain untuk menuntaskan pembangunan Jembatan Cemara Ujung dan Sungai Andai (Cusa) di Banjarmasin Utara. Langkah ini diambil guna memastikan jembatan sepanjang 260 meter tersebut dapat segera berfungsi optimal bagi masyarakat. Proses penyempurnaan ini berfokus pada bagian oprit jembatan yang belum rampung sepenuhnya, meskipun bentang utama jembatan telah selesai dibangun pada akhir 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan bahwa perubahan desain ini krusial untuk kelanjutan proyek. Hal ini dilakukan menyusul adanya audit ketaatan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kota Banjarmasin. Audit tersebut berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin, menegaskan pentingnya penyesuaian teknis.
Perubahan desain diperlukan karena adanya penyesuaian konstruksi pada bagian jembatan di sisi sungai. Justifikasi teknis ini akan menjadi dasar resmi agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan teknis maupun hukum. Dengan demikian, jembatan yang mengusung konsep jembatan gantung ini diharapkan dapat segera dinikmati oleh warga Banjarmasin.
Perubahan Desain dan Kajian Teknis Komprehensif Jembatan Cusa
Perubahan desain Jembatan Cusa Banjarmasin ini difokuskan pada penyesuaian konstruksi di bagian sisi sungai. Suri Sudarmadiyah menegaskan bahwa hal ini perlu dilakukan agar konstruksi jembatan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan yang ada. Proses ini melibatkan kajian geoteknik yang sebelumnya telah dilakukan oleh akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Sesuai rekomendasi dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat, review desain diminta untuk dilakukan oleh perencana awal proyek. Tujuannya adalah untuk memberikan analisis teknis secara lebih komprehensif dan akurat. Langkah ini penting untuk memastikan semua aspek teknis telah diperhitungkan dengan matang.
Proses ini tidak hanya mencakup perubahan desain konstruksi, tetapi juga meliputi kajian teknis lain yang mendalam. Analisis hidrolika dan hidrologi sungai di sekitar lokasi pembangunan juga menjadi bagian penting dari kajian ini. Kajian menyeluruh ini dinilai penting untuk memastikan konstruksi mampu menahan potensi gerusan di sisi sungai serta memperkuat struktur jalan pendekat.
Dengan adanya kajian menyeluruh ini, diharapkan pembangunan Jembatan Cusa dapat berjalan optimal dan aman dalam jangka panjang. Anggaran pembangunan jembatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 2024 dengan alokasi Rp21 miliar dan pada 2025 sebesar Rp3,2 miliar.
Urgensi Jembatan Cusa untuk Mengurai Kemacetan Sungai Andai
Pembangunan Jembatan Cusa Banjarmasin memiliki urgensi tinggi karena perannya dalam memecah kemacetan lalu lintas. Khususnya di wilayah Kelurahan Sungai Andai yang memiliki kepadatan penduduk sangat tinggi, mencapai sekitar 30 ribu jiwa. Saat ini, akses jalan penghubung Sungai Andai ke pusat kota hanya mengandalkan satu jembatan, yang sering kali menyebabkan kemacetan parah.
Jembatan Sungai Andai 2 atau Jembatan Cusa ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk masalah transportasi tersebut. Dengan adanya jembatan baru, diharapkan arus lalu lintas dapat terurai dan mobilitas warga menjadi lebih lancar. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarmasin untuk meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup warganya.
Konsep jembatan gantung yang diusung Jembatan Cusa juga menambah nilai estetika pada infrastruktur kota. Selain itu, aspek keamanan dan ketahanan konstruksi menjadi prioritas utama dalam penyelesaian proyek ini. Semua pihak berharap jembatan ini dapat segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Banjarmasin.
Sumber: AntaraNews