Pemkot Malang Siapkan Tiga Bus untuk Program Mudik Gratis 2026
Pemerintah Kota Malang kembali hadirkan program Mudik Gratis 2026 dengan tiga unit bus, berkolaborasi dengan PO Bagong dan Bank Jatim, siap layani 120 pemudik.
Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, telah mengumumkan persiapan program Mudik Gratis 2026. Untuk tahun ini, Pemkot Malang menyiapkan tiga unit bus dengan kapasitas masing-masing 40 tempat duduk. Program ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memfasilitasi warganya agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman menjelang Hari Raya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Mudik Gratis 2026 ini tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran pemerintah daerah. Pemkot Malang menggandeng satu perusahaan otobus (PO) terkemuka, yakni PO Bagong, serta Bank Jatim untuk menyukseskan program ini. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Apabila ketiga bus tersebut terisi penuh, program Mudik Gratis 2026 ini akan mengakomodasi total 120 orang. Pemberangkatan rombongan peserta mudik gratis dijadwalkan pada Maret 2026. Sementara itu, pendaftaran program ini akan dibuka paling tidak pada H-7 sebelum jadwal keberangkatan, memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri.
Kolaborasi Strategis untuk Mudik Gratis 2026
Program Mudik Gratis 2026 Pemkot Malang menunjukkan pendekatan kolaboratif yang efektif. Widjaja Saleh Putra menegaskan bahwa pelibatan PO Bagong dan Bank Jatim bukan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL), melainkan bantuan kerja sama. Skema ini memungkinkan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan tanpa harus menanggung 100 persen biaya operasional.
Keterlibatan pihak swasta seperti PO Bagong memastikan ketersediaan armada bus yang memadai dan terawat, sementara Bank Jatim kemungkinan berperan dalam dukungan finansial atau fasilitasi lainnya. Model kerja sama ini menjadi contoh positif bagaimana berbagai pihak dapat bersinergi untuk kepentingan publik. Dengan demikian, program Mudik Gratis 2026 dapat berjalan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak warga.
Rute Favorit dan Mekanisme Pendaftaran Mudik Gratis
Rute Mudik Gratis 2026 yang disediakan oleh Pemkot Malang masih sama dengan periode tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, tujuan favorit peserta mudik paling banyak adalah wilayah Madura, Pacitan, dan Trenggalek.
Mekanisme pendaftaran untuk program Mudik Gratis 2026 dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat. Calon peserta dapat mendaftar secara daring (online) atau datang langsung ke kantor Dishub Kota Malang. Syarat utama pendaftaran adalah menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dengan prioritas diberikan kepada warga ber-KTP Kota Malang. Setelah itu, peserta dapat memilih rute tujuan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan mereka.
Antusiasme Pemudik Meski Jumlah Armada Berkurang
Dishub Kota Malang memprediksi bahwa jumlah peminat program Mudik Gratis 2026 setidaknya akan sama dibandingkan dengan periode 2025. Prediksi ini muncul meskipun jumlah armada bus yang disiapkan untuk tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Pada tahun 2025, Pemkot Malang menyediakan total 14 unit bus yang semuanya terisi penuh.
Meskipun terjadi pengurangan armada secara signifikan dari 14 bus menjadi 3 bus, antusiasme masyarakat diperkirakan tetap tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa program mudik gratis sangat dibutuhkan oleh warga, terutama mereka yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. Dishub akan terus memantau dinamika pendaftaran untuk memastikan kuota terpenuhi dan program berjalan lancar.
Dukungan Provinsi Jawa Timur dan Tantangan Anggaran
Terkait dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Widjaja Saleh Putra menyampaikan bahwa tidak ada dukungan anggaran yang diberikan untuk program Mudik Gratis 2026 Pemkot Malang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur hanya menjalankan validasi program yang dijalankan oleh pemerintah kota atau kabupaten.
Kepala Dishub Kota Malang menambahkan bahwa anggaran dari provinsi mengalami penurunan yang cukup drastis. Akibatnya, tidak ada bantuan finansial yang disalurkan untuk daerah kota maupun kabupaten terkait program mudik gratis. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah seperti Pemkot Malang untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan dan membangun kolaborasi dengan pihak swasta demi keberlangsungan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews