Pemkot Denpasar Gencarkan Penanaman Pohon untuk Pulihkan Ekosistem DAS dan Paru-paru Kota
Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar aksi Penanaman Pohon Denpasar secara serentak di Tukad Bindu dan Setra Badung guna memulihkan ekosistem daerah aliran sungai serta menjaga paru-paru kota.
Pemerintah Kota Denpasar kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan melaksanakan kegiatan penanaman pohon serentak. Aksi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Gerakan Semesta Berencana yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali. Tujuan utamanya adalah untuk memulihkan ekosistem daerah aliran sungai (DAS) dan memperkuat fungsi paru-paru Kota Denpasar.
Kegiatan penting ini dilaksanakan pada Minggu, 30 November, di dua lokasi strategis yang berbeda. Penanaman pohon dan aksi bersih sungai dilakukan di kawasan Tukad Bindu serta di area Setra Badung, Bali. Inisiatif ini menandai langkah nyata Pemkot Denpasar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup kota.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa aksi ini adalah upaya konkret. Langkah ini diambil untuk mengembalikan ketangguhan daerah aliran sungai melalui penanaman pohon yang masif. Pemkot Denpasar memiliki konsentrasi dan komitmen kuat untuk melestarikan lingkungan.
Komitmen Pemkot Denpasar Pulihkan DAS
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyatakan bahwa Pemkot Denpasar memiliki konsentrasi dan komitmen penuh. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan ketangguhan daerah aliran sungai (DAS) yang vital bagi ekosistem kota. Penanaman pohon menjadi salah satu strategi utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.
"Selain sebagai usaha pelestarian lingkungan hidup, hal ini juga sebagai langkah mitigasi ketahanan lingkungan di Kota Denpasar," ujar Jaya Negara. Pernyataan ini menekankan pentingnya Penanaman Pohon Denpasar sebagai investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan mitigasi bencana alam.
Jaya Negara juga berharap agar aksi ini tidak hanya berhenti pada tahap penanaman saja. Ia menekankan perlunya pemantauan dan monitoring berkelanjutan terhadap pohon-pohon yang telah ditanam. “Tidak hanya melakukan penanaman, tetapi harus ada monitoring juga dari kondisi dan pertumbuhan pohon dan tanaman ini," katanya, menyoroti pentingnya perawatan pasca-penanaman.
Kegiatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah kota dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon di DAS bertujuan untuk mencegah erosi, meningkatkan kualitas air, dan mendukung keanekaragaman hayati. Ini adalah bagian integral dari upaya Pemkot Denpasar untuk menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Setra Badung sebagai Paru-Paru Kota
Selain fokus pada daerah aliran sungai, Pemerintah Kota Denpasar juga memberikan perhatian khusus pada pelestarian kawasan Setra Badung. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyebut Setra Badung sebagai paru-paru Kota Denpasar. Kawasan ini memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan perkotaan.
Arya Wibawa menjelaskan bahwa Setra Badung merupakan aset lingkungan yang sangat berharga bagi masyarakat Denpasar. Lokasinya yang strategis berada di tengah pusat kota dengan luasan mencapai 9 hektare menjadikannya area hijau yang vital. Keberadaan Penanaman Pohon Denpasar di area ini sangat mendukung fungsi ekologisnya.
"Hari ini, penanaman pohon ini mungkin belum terasa langsung manfaatnya, namun 10 sampai 20 tahun mendatang, pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi manfaat bagi lingkungan kita nantinya," ungkap Arya Wibawa. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang dari kegiatan penanaman pohon ini, yang akan memberikan dampak positif di masa depan.
Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat mendukung pemulihan lingkungan secara berkelanjutan. “Semoga aksi nyata ini dapat turut menjaga kelestarian kawasan ini sebagai paru-paru kota," ujarnya. Penanaman pohon di Setra Badung tidak hanya menambah keindahan, tetapi juga meningkatkan kualitas udara dan menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Pelestarian Jenis Pohon Langka di Denpasar
Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, mengungkapkan detail mengenai jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan serentak ini. Berbagai jenis pohon dipilih untuk mendukung keanekaragaman hayati dan pelestarian. Jenis-jenis pohon yang ditanam meliputi pohon cermai, pohon kaliasem, pohon badung, dan pohon sentul, serta jenis lainnya.
Pemilihan jenis pohon ini tidak sembarangan; banyak di antaranya adalah spesies yang sudah mulai jarang ditemukan. "Pohon yang ditanam adalah jenis pohon yang sudah jarang ada. Sehingga, Penanaman Pohon Denpasar ini juga kita harapkan akan menjadi pelestarian tanaman langka ini," kata Ida Bagus Putra Wirabawa.
Upaya pelestarian ini sangat penting untuk menjaga keunikan flora lokal dan mencegah kepunahan spesies. Dengan menanam kembali pohon-pohon langka, Pemkot Denpasar berkontribusi pada konservasi keanekaragaman hayati. Ini juga memperkaya ekosistem kota dengan spesies asli yang adaptif terhadap lingkungan setempat.
Kegiatan ini menunjukkan pendekatan holistik Pemkot Denpasar dalam menjaga lingkungan. Melalui penanaman pohon, Pemkot tidak hanya mengatasi masalah ekologis. Mereka juga secara aktif melestarikan warisan alam dan memastikan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. Inisiatif ini menjadi contoh baik bagi kota-kota lain.
Sumber: AntaraNews