BPDAS Cimanuk-Citanduy Ajak Masyarakat Gelar Aksi Tanam Pohon Jaga DAS dan Cegah Bencana
BPDAS Cimanuk-Citanduy gencar melibatkan elemen masyarakat dalam aksi tanam pohon. Upaya ini untuk menjaga kelestarian DAS, mencegah bencana, dan melestarikan pohon langka.
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk–Citanduy di Jawa Barat terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Mereka baru saja menggelar aksi tanam pohon besar-besaran untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan daerah aliran sungai (DAS) tetap sehat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Aksi tanam pohon tersebut dilaksanakan pada Sabtu (22/11) di Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya. Penanaman ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pohon Sedunia yang melibatkan Komunitas Nyaah Ka Alam. Sebanyak 200 bibit pohon telah disiapkan untuk ditanam di lahan seluas 2,3 hektare.
Kepala BPDAS Cimanuk–Citanduy, Umar Nasir, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya nyata pengelolaan DAS. Tujuannya adalah menjaga DAS tetap sehat dan setara, sekaligus mencegah potensi bencana alam. Inisiatif ini juga menjadi langkah penting dalam merevitalisasi lingkungan yang berkelanjutan.
Sinergi Masyarakat untuk DAS Sehat
Umar Nasir menjelaskan bahwa penanaman pohon ini merupakan bagian integral dari upaya pengelolaan DAS. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat ditekankan untuk memastikan keberhasilan program ini. "Kegiatan penanaman sebagai bagian daripada upaya pengolahan DAS untuk menjaga DAS tetap sehat, setara, dan kita lakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Aksi ini secara khusus melibatkan Komunitas Nyaah Ka Alam dengan menyediakan 200 bibit pohon. Pemilihan lokasi di Arboretum Pasir Bakukung, Tasikmalaya, menunjukkan komitmen terhadap revitalisasi lahan. Penanaman ini menjadi simbol peringatan Hari Pohon Sedunia yang bermakna.
Upaya merevitalisasi lingkungan melalui aksi tanam pohon ini diharapkan dapat mencegah bencana alam. Selain itu, kegiatan ini juga menjaga keberlanjutan alam, terutama di DAS seperti Sungai Citanduy. BPDAS percaya bahwa kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam pengelolaan DAS.
"Inilah salah satu bentuk nyata kami dalam upaya melaksanakan kegiatan pengolahan DAS bersama-sama seluruh elemen masyarakat," kata Umar Nasir. Ia menambahkan, pihaknya percaya bahwa di dalam DAS terdapat banyak kepentingan yang harus diakomodasi. Gerakan menanam pohon ini diharapkan dapat mendorong kontribusi aktif dari semua pihak.
Prioritas Penanganan DAS Citanduy dan Pelestarian Pohon Langka
Umar Nasir juga menyoroti pentingnya Forum DAS Citanduy sebagai wadah sinergi. Forum ini mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan DAS Citanduy. Kolaborasi ini krusial untuk mencapai tujuan pelestarian lingkungan secara efektif.
"Kalau DAS Citanduy itu memang menjadi salah satu DAS prioritas penanganan bagi kami," tegas Umar Nasir. Prioritas ini menunjukkan fokus BPDAS terhadap kondisi dan keberlanjutan DAS tersebut. Penanganan yang serius diharapkan membawa dampak positif bagi ekosistem dan masyarakat sekitar.
Founder Nyaah Ka Alam, Irma Fatmayanti, menambahkan bahwa aksi tanam pohon ini adalah gerakan mitigasi perubahan iklim. Penanaman kali ini berfokus pada jenis pohon endemik Jawa Barat yang mulai langka. Melestarikan jenis-jenis ini menjadi tujuan utama komunitas.
"Melihat dari kekhawatiran tersebut, kami ingin ikut dalam aksi untuk menyelamatkan jenis-jenis tersebut dari kepunahan," jelas Irma. Upaya ini menunjukkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati lokal. Dengan demikian, aksi ini tidak hanya menjaga DAS tetapi juga melestarikan warisan botani daerah.
Sumber: AntaraNews