Manokwari, Papua Barat – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, insan pers di Papua Barat menunjukkan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. Aksi penanaman 1.000 bibit pohon telah sukses dilaksanakan di Manokwari. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, secara langsung mengapresiasi kegiatan ini pada Jumat, 13 Februari. Ia menegaskan bahwa aksi ini menjadi bukti konkret peran pers dalam menjaga kelestarian alam. Lokasi penanaman difokuskan di Kampung Katebu, Distrik Manokwari Selatan, yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Aksi tanam pohon ini selaras dengan upaya pemerintah daerah untuk menggaungkan perlindungan hutan dan pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung komitmen pembangunan berkelanjutan di Papua Barat. Inisiatif ini menandai HPN 2026 tidak hanya sebagai momentum penguatan peran media, tetapi juga aksi nyata menjaga lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Penyelenggaraan Hari Pers Nasional 2026 mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Tema ini mencerminkan peran strategis jurnalis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan di daerah. Pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarluaskan informasi secara objektif dan berimbang.
Jurnalis juga memiliki peran vital untuk menginformasikan pembangunan kepada seluruh masyarakat Papua Barat melalui pemberitaan media massa. Informasi yang konstruktif dan akurat sangat dibutuhkan. Hal ini membantu masyarakat memahami arah dan tujuan pembangunan yang sedang berjalan.
Gubernur Dominggus Mandacan menyatakan bahwa penanaman bibit pohon ini merupakan wujud peran pers di luar fungsi utamanya. Peran ini adalah dukungan nyata terhadap program Pemerintah Provinsi Papua Barat. Kontribusi ini menunjukkan bahwa pers tidak hanya mengawasi, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Advertisement
Advertisement
Gubernur menilai, penanaman bibit pohon sebagai salah satu rangkaian kegiatan HPN 2026 adalah upaya penting untuk mencegah kerusakan lingkungan. Bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia menjadi pengalaman berharga. Kejadian tersebut mengingatkan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan.
Pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat langkah pelestarian alam. Gerakan penanaman pohon berkelanjutan harus terus digalakkan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya bencana alam di masa depan.
Penanaman pohon jenis buah tidak hanya memiliki dampak ekologis, tetapi juga bernilai ekonomi bagi masyarakat. Khususnya bagi masyarakat di Kampung Katebu, Distrik Manokwari Selatan, lokasi kegiatan HPN. Buah-buahan yang dihasilkan dapat meningkatkan kesejahteraan lokal.
Advertisement
Advertisement
Aksi penanaman bibit pohon yang digagas PWI Papua Barat dapat menjadi contoh inspiratif bagi berbagai pihak. Baik itu kementerian/lembaga, instansi pemerintah daerah, maupun organisasi masyarakat lainnya. Langkah ini penting agar kelestarian hutan tetap terpelihara dengan baik.
Gubernur Dominggus Mandacan menyampaikan pesan mendalam terkait pelestarian alam. “Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” ujarnya. Pesan ini menekankan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan.
Beliau juga menambahkan, “Mari tinggalkan mata air, bukan air mata, bagi anak cucu kita.” Ini merupakan seruan untuk meninggalkan warisan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. Kontribusi pers dalam aksi tanam pohon ini menjadi bagian dari upaya besar tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews