Pemkot Bengkulu Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Bencana, Antisipasi Banjir dan Longsor Jelang Nataru
Pemerintah Kota Bengkulu mengajak warganya meningkatkan Kewaspadaan Bencana Bengkulu, terutama banjir dan longsor, menyusul peringatan cuaca ekstrem dari BMKG menjelang libur Nataru.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, secara resmi mengimbau seluruh warganya untuk meningkatkan Kewaspadaan Bencana Bengkulu. Imbauan ini dikeluarkan guna mengantisipasi potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor, terutama menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, menegaskan pentingnya mitigasi bencana secara mandiri oleh masyarakat. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dampak buruk dari cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi.
Peningkatan kewaspadaan ini menjadi krusial mengingat peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geikofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati. BMKG memprediksi bahwa wilayah Bengkulu akan menghadapi kategori waspada cuaca buruk hingga tiga hari ke depan, yang meliputi hujan lebat, angin kencang, dan potensi gelombang tinggi.
Imbauan Pemkot Bengkulu dan Langkah Mitigasi Mandiri
Menyikapi potensi bencana yang ada, Pemkot Bengkulu melalui BPBD meminta masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Salah satu fokus utama adalah pencegahan banjir yang kerap terjadi akibat curah hujan tinggi.
"Salah satu hal yang perlu disiasati adalah potensi banjir akibat curah hujan tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan pada musim penghujan nanti," ujar I Made Ardana.
Selain itu, pemerintah kota juga telah menginstruksikan seluruh pihak kecamatan untuk menggalakkan agenda kebersihan lingkungan secara rutin dan terjadwal. Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi potensi banjir serta masalah lingkungan lainnya yang dapat memperparah kondisi saat cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap bencana ikutan seperti pohon tumbang dan badai, khususnya di kawasan pantai. "Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan apabila kondisi cuaca sedang ekstrem," tambah Made, menekankan pentingnya Kewaspadaan Bencana Bengkulu.
Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca di Provinsi Bengkulu. Prakirawan BMKG, Dyah Rizky, menjelaskan bahwa hingga tiga hari ke depan, wilayah Bengkulu masuk dalam kategori waspada cuaca buruk.
Potensi hujan di Bengkulu diperkirakan mulai dari ringan hingga lebat, disertai prakiraan angin yang dapat mencapai kecepatan 15 sampai 20 knot atau sekitar 30 hingga 40 kilometer per jam. Kondisi ini meningkatkan potensi angin kencang sesaat dan petir.
"Potensi hujan ini dapat meningkatkan potensi angin kencang sesaat dan petir. Dalam peringatan dini cuaca tiga harian kedepan, Bengkulu masuk dalam kategori waspada," sebut Dyah Rizky.
Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.
Selain itu, Dyah juga menambahkan bahwa gelombang laut di perairan Bengkulu Bagian Utara, perairan Bengkulu, perairan Bengkulu Bagian Selatan, dan perairan Enggano diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga dua meter. Oleh karena itu, masyarakat dan nelayan diimbau untuk memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui aplikasi mobile phone 'info BMKG', sms blasting BMKG-KOMDIGI, serta media sosial.
Sumber: AntaraNews