Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (14/3) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Peringatan ini mencakup potensi hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang di berbagai wilayah provinsi tersebut.
Kepala BMKG Pangkalpinang, Tri Agus Pramono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca ini. Bencana seperti banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang dapat mengancam keselamatan warga.
Lebih lanjut, cuaca ekstrem ini juga berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang puncaknya diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret. Oleh karena itu, persiapan dan antisipasi menjadi sangat penting bagi para pemudik dan penyedia jasa transportasi.
Advertisement
Advertisement
Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG Pangkalpinang pada Sabtu (14/3) menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini akan disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota di Kepulauan Bangka Belitung.
Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Bangka, khususnya di Mendo Barat dan Puding Besar. Selain itu, potensi hujan juga melanda Kabupaten Bangka Selatan di Toboali, Lepar Pongok, Air Gegas, Payung, Tukak Sadai, dan Pulau Besar.
Untuk Kabupaten Bangka Barat, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Mentok, Simpang Teritib, dan Tempilang. Sementara itu, di Kabupaten Belitung Timur, wilayah Manggar, Kelapa Kampit, dan Simpang Regiang serta sekitarnya juga perlu diwaspadai. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang ini juga dapat meluas ke Kecamatan Merawang, Pemali, Bakam, dan Riau Silip di Kabupaten Bangka.
Advertisement
Tidak hanya itu, Kabupaten Belitung di Membalong, Sijuk, Badau, serta Kabupaten Bangka Selatan di Simpang Rimba juga masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terdampak. Di Kabupaten Bangka Tengah, peringatan berlaku untuk Koba, Pangkalan Baru, Namang, Lubuk Besar, Damar, dan Simpang Pesak. Kota Pangkalpinang sendiri, termasuk Bukit Intan, Taman Sari, Pangkalbalam, Rangkui, Gerunggang, Gabek, dan Girimaya, juga tidak luput dari potensi hujan lebat.
Advertisement
Menanggapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG telah mengambil langkah proaktif dengan menyampaikan prakiraan cuaca kepada berbagai pihak terkait. Informasi ini telah diteruskan kepada seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Kepulauan Bangka Belitung. Tujuannya adalah agar BPBD dapat melakukan antisipasi dan mewaspadai dampak dari cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi.
Selain BPBD, BMKG juga telah menginformasikan kondisi cuaca buruk kepada pengelola bandara, pelabuhan, dan perusahaan angkutan Lebaran. Hal ini dilakukan agar mereka dapat lebih berhati-hati dan mewaspadai kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi operasional dan keselamatan perjalanan.
Kepala BMKG Pangkalpinang, Tri Agus Pramono, secara tegas mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana alam dampak cuaca ekstrem ini. “Kami mengimbau masyarakat mewaspadai bencana alam dampak cuaca ekstrem ini,” kata Tri Agus Pramono. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan selama periode cuaca yang tidak menentu ini, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Advertisement
Sumber: AntaraNews