Pemkab Agam Gelar Tujuh Paket Pelatihan Keterampilan bagi Penyintas Bencana, Dorong Wirausaha Baru
Pemerintah Kabupaten Agam segera meluncurkan tujuh paket Pelatihan Keterampilan Penyintas Agam untuk korban banjir bandang, bertujuan membekali mereka dengan keahlian baru dan mendorong kemandirian ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengambil langkah proaktif dalam upaya pemulihan pasca-bencana. Sebanyak tujuh paket pelatihan keterampilan akan diselenggarakan bagi para penyintas bencana. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan membuka peluang usaha baru bagi mereka yang terdampak.
Pelatihan ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret 2026, menandai komitmen Pemkab Agam dalam membantu masyarakatnya bangkit. Program ini secara khusus menyasar penyintas bencana yang kehilangan mata pencarian akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, Budi Perwira Negara, menjelaskan bahwa pelatihan akan diadakan di berbagai lokasi. Balai Latih Kerja (BLK) serta nagari atau desa akan menjadi pusat pelaksanaan program ini. Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan bekal yang kuat bagi para penyintas untuk memulai kembali kehidupan ekonomi mereka.
Fokus Peningkatan Keterampilan dan Sumber Daya Manusia
Program Pelatihan Keterampilan Penyintas Agam ini dirancang untuk membekali peserta dengan beragam keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar. Beberapa jenis pelatihan yang akan diberikan meliputi pembuatan konten visual untuk media sosial, serta dua paket berbeda untuk pembuatan roti dan kue. Keahlian ini diharapkan dapat langsung diterapkan untuk menciptakan produk atau jasa yang memiliki nilai jual.
Selain itu, pelatihan juga mencakup pembuatan konten pemasangan berbasis aplikasi smartphone, yang relevan dengan perkembangan teknologi digital saat ini. Ada pula pelatihan servis sepeda motor konvensional, yang masih sangat dibutuhkan di berbagai daerah. Dua paket pelatihan pengelasan, yaitu plate welder smaw 3G-UP/PF dan plate welder smaw FCAW 3G, juga akan disediakan untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis yang spesifik dan diminati industri.
Budi Perwira Negara menegaskan bahwa peserta pelatihan akan ditentukan kemudian untuk setiap paketnya. Mereka adalah individu yang mata pencariannya hilang total akibat dampak banjir bandang yang terjadi. Fokus pada peningkatan keterampilan ini menjadi kunci utama untuk membangun kembali fondasi ekonomi masyarakat yang terdampak.
Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana
Inisiatif tujuh paket pelatihan ini merupakan bagian integral dari program Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam. Program ini secara khusus ditujukan untuk para penyintas bencana. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan dan sumber daya manusia mereka.
Langkah ini diambil mengingat banyaknya lahan pertanian dan perkebunan milik warga yang tidak dapat lagi diolah. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari bencana banjir bandang yang terjadi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif mata pencarian yang memungkinkan mereka untuk tetap produktif.
Budi Perwira Negara berharap pelatihan ini akan mendorong lahirnya usaha-usaha baru dari para penyintas. Dengan demikian, hasil dari usaha tersebut dapat memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Agam yang terdampak bencana.
Dampak Bencana dan Solusi Jangka Panjang
Banjir bandang pada akhir November 2025 telah menimbulkan kerugian signifikan bagi masyarakat Agam. Banyak warga kehilangan lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber utama penghidupan mereka. Kondisi ini memerlukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi.
Pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemkab Agam ini menjadi salah satu solusi jangka panjang. Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan keahlian baru, para penyintas dapat beradaptasi dengan kondisi pasca-bencana dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Diharapkan, melalui program ini, masyarakat Agam dapat bangkit lebih kuat. Mereka akan memiliki kemampuan untuk menopang ekonomi keluarga secara mandiri. Ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan warganya di tengah tantangan bencana alam.
Sumber: AntaraNews