Pegawai Lapas Muara Sabak Gelar Aksi Bersih Rumah Ibadah Jelang Ramadhan
Puluhan Pegawai Lapas Muara Sabak di Jambi aktif berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih rumah ibadah, menunjukkan sinergi sosial dan mempererat tali silaturahim menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Puluhan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Provinsi Jambi, baru-baru ini menggelar aksi bersih-bersih rumah ibadah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Aksi ini menunjukkan komitmen Lapas dalam berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan kerja bakti ini berpusat di masjid-masjid yang berada di lingkungan sekitar Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Mereka bergotong royong bersama masyarakat setempat untuk membersihkan serta menata area ibadah dan sarana tempat bersuci. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang bersih dan nyaman bagi jamaah.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menjelaskan bahwa kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih biasa. Menurutnya, ini adalah wujud nyata sinergi sosial antara pihak lapas dan masyarakat. Keberadaan lapas membutuhkan dukungan komunitas sekitar untuk dapat berjalan optimal.
Membangun Sinergi dan Kontribusi Sosial Lapas Muara Sabak
Muhammad Askari Utomo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti keberadaan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak dapat memberikan kontribusi positif. Aksi bersih-bersih ini juga efektif dalam mempererat tali silaturahim dengan lingkungan sekitar. Pihak lapas menyadari pentingnya interaksi harmonis dengan masyarakat.
"Kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi wujud sinergi sosial antara lapas dan masyarakat," kata Muhammad Askari Utomo. Ia menambahkan, lapas tidak bisa berdiri sendiri di suatu daerah tanpa dukungan penuh dari komunitas sekitar. Oleh karena itu, kolaborasi semacam ini menjadi sangat krusial.
Upaya membangun interaksi dan sinergi sosial yang harmonis secara berkelanjutan menjadi fokus utama. Terlihat jelas kekompakan antara pegawai lapas dan masyarakat saat membersihkan serta menata ruang ibadah. Mereka juga turut merapikan sarana tempat bersuci di masjid yang menjadi lokasi kegiatan.
Harmonisasi ini telah terjalin dan terjaga dengan baik sejak Lapas Muara Sabak berdiri pada tahun 2014. Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan baik antara institusi dan warga telah menjadi bagian integral dari operasional lapas. Kegiatan ini memperkuat ikatan yang sudah ada.
Apresiasi Masyarakat Terhadap Inisiatif Lapas Muara Sabak
Firman, seorang warga Suka Maju, Kecamatan Geragai, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Lapas Muara Sabak. Ia sangat menghargai inisiatif kerja bakti yang digagas dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dinilai sangat penting untuk interaksi sosial.
Sebagai jamaah masjid, Firman berharap kegiatan positif semacam ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kepedulian dari pihak lapas," ujarnya. Ia merasa kegiatan ini membuat hubungan antara warga dan pegawai lapas semakin dekat.
Firman juga menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin terasa seperti satu keluarga. "Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin ke depannya," harapnya. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa inisiatif sosial dari Lapas Muara Sabak diterima dengan sangat baik.
Interaksi sosial yang terjalin melalui kerja bakti ini menciptakan suasana kebersamaan yang positif. Hal ini tidak hanya mempersiapkan rumah ibadah untuk Ramadhan, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas. Dukungan dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan program-program lapas.
Sumber: AntaraNews