Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Jambi, secara rutin menggelar kegiatan gotong royong. Inisiatif ini bertujuan membentuk karakter disiplin Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta menjaga lingkungan pembinaan tetap bersih dan nyaman untuk menunjang kehidupan sosial sehari-hari.
Program ini didukung penuh oleh Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Askari Utomo. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk nyata pembinaan kepribadian bagi para warga binaan, selain menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kebersamaan antara petugas dan WBP, nilai gotong royong diharapkan dapat terus berlanjut. Ini menjadi bekal penting saat WBP kembali ke masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif melalui pembinaan yang produktif dan bermanfaat.
Advertisement
Advertisement
Askari Utomo menyatakan dukungannya terhadap kegiatan gotong royong ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga merupakan bentuk nyata pembinaan kepribadian yang efektif bagi warga binaan. Lingkungan yang bersih akan membuat penghuninya menjadi nyaman, serta mampu mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kurang terjaga.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini karena selain menjaga kebersihan lingkungan, juga menjadi bentuk nyata pembinaan kepribadian bagi para warga binaan,” kata Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Askari Utomo.
Ia berharap, semangat gotong royong yang terbangun antara petugas dan WBP dapat terus ditularkan. Hal ini penting agar nilai-nilai positif tersebut tetap melekat pada diri WBP ketika mereka kembali berinteraksi dengan masyarakat luas.
Advertisement
Kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam menanamkan nilai-nilai positif. Pembinaan yang produktif dan bermanfaat ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi kehidupan para WBP di masa mendatang.
Advertisement
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Riko Hamdan, menjelaskan secara rinci lingkup kegiatan gotong royong yang dilakukan. Aktivitas ini mencakup pembersihan area selokan yang sering menjadi sarang nyamuk dan kotoran. Selain itu, pemangkasan rumput liar juga dilakukan untuk menjaga kerapian dan kebersihan.
Penataan kembali lingkungan sekitar jalan antara blok, yang dikenal sebagai beranggang, juga menjadi fokus utama. Tujuannya adalah agar area tersebut tetap asri dan nyaman bagi seluruh penghuni lapas. Kegiatan ini bukan hanya tentang kebersihan, melainkan juga sarana pembinaan kedisiplinan dan kebersamaan.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih mencerminkan pola hidup yang tertib dan sehat,” tegas Riko Hamdan.
Advertisement
Dengan menanamkan nilai-nilai ini, diharapkan warga binaan dapat mengembangkan pola hidup yang lebih teratur dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan untuk mempersiapkan WBP agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan patuh hukum.
Sumber: AntaraNews