Optimisme Pemkab Parigi Moutong Padamkan Karhutla di Tengah Medan Sulit
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan optimisme tinggi dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla Parigi Moutong) yang telah melanda wilayah tersebut selama delapan hari, meskipun menghadapi medan yang menantang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyatakan optimisme tinggi dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayahnya. Upaya pemadaman telah menunjukkan progres positif setelah delapan hari tim terpadu bekerja keras di lapangan. Meskipun menghadapi tantangan medan yang sulit dijangkau, keyakinan untuk mengatasi bencana ini tetap kuat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, menyampaikan bahwa tim telah menyisir delapan titik api dan berhasil memadamkannya hingga Minggu sore. Proses pemadaman ini akan dilanjutkan pada Senin pagi untuk membersihkan sisa bara api yang masih terdeteksi di area pegunungan. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra terhadap potensi angin kencang yang dapat memicu kebakaran baru.
Karhutla ini telah berdampak pada total luas lahan mencapai 147 hektare, meningkat dari sebelumnya sekitar 90 hektare. Kerjasama tim terpadu yang melibatkan ratusan personel dan dukungan kendaraan operasional menjadi kunci keberhasilan penanganan di lapangan. BPBD mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman Karhutla Parigi Moutong ini.
Strategi Pemadaman Karhutla di Medan Sulit
Tim terpadu penanganan Karhutla Parigi Moutong telah mengimplementasikan strategi pemadaman yang efektif, terutama untuk menjangkau area yang sulit diakses kendaraan. Pembagian tim menjadi beberapa kelompok memungkinkan penanganan yang lebih terkoordinasi di berbagai titik. Skema penggunaan alat tangki semprot menjadi andalan utama di medan yang tidak memungkinkan mobil pemadam kebakaran masuk.
Moh Rivai menjelaskan bahwa meskipun alat yang digunakan tergolong sederhana, hasilnya sangat efektif dalam kondisi medan yang menantang. Mobil pemadam kebakaran tetap disiagakan di lokasi yang dapat dijangkau, sementara tangki semprot digunakan untuk area pegunungan yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Jarak ke titik bara api yang tersisa mencapai sekitar 10 kilometer, menuntut ketahanan fisik dan koordinasi yang baik dari para petugas.
Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada bara api yang tersisa, terutama mengingat risiko angin kencang. Angin berpotensi membawa bara api ke titik lain dan memicu kebakaran baru, sehingga pembersihan menyeluruh menjadi prioritas. Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada kerja sama dan efektivitas strategi yang diterapkan di lapangan.
Dampak dan Luas Lahan Terdampak Karhutla
Berdasarkan data terbaru dari BPBD setempat, total luas lahan yang terdampak Karhutla Parigi Moutong telah mencapai 147 hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari estimasi awal sekitar 90 hektare. Peningkatan luas lahan terdampak ini menggarisbawahi urgensi upaya pemadaman yang berkelanjutan dan komprehensif.
Adapun rincian lahan yang terdampak karhutla tersebar di beberapa lokasi strategis:
- Dusun IV Desa Toboli dan Dusun I Desa Avolua: 29 hektare.
- Dusun II dan III Desa Avolua: 99 hektare.
- Perbatasan Desa Avodan, Kecamatan Parigi Utara dan Uevolo, Kecamatan Siniu: 19,66 hektare.
- Desa Towera, Kecamatan Siniu: 2,2 hektare.
Data ini menunjukkan bahwa bencana karhutla telah menyebar di beberapa desa dan kecamatan, membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh pihak. Pemkab Parigi Moutong terus memantau dan memperbarui data luas lahan terdampak untuk memastikan penanganan yang tepat sasaran.
Sumber Daya dan Apresiasi Terhadap Tim Penanggulangan
Penanggulangan Karhutla Parigi Moutong melibatkan tim terpadu yang sangat besar, terdiri dari 334 orang personel. Jumlah personel yang signifikan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana ini. Selain itu, upaya pemadaman juga didukung oleh 12 kendaraan operasional, termasuk tiga unit mobil pemadam kebakaran dan sisanya adalah mobil tangki suplai air.
Dukungan peralatan juga diperkuat dengan bantuan 70 unit tangki semprot yang sangat vital untuk pemadaman di area sulit. Moh Rivai menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan dedikasi seluruh anggota tim terpadu. “Kerja sama di lapangan menentukan keberhasilan kegiatan penanganan karhutla. Kami mengapresiasi kerja-kerja mereka,” ujarnya.
Sinergi antara berbagai elemen tim terpadu, baik dari segi personel maupun peralatan, menjadi faktor krusial dalam upaya memadamkan api dan mencegah perluasan dampak karhutla. Komitmen dan semangat gotong royong diharapkan dapat segera mengakhiri bencana ini dan mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.
Sumber: AntaraNews