Nezar Patria: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perlindungan Remaja Digital Melalui PP TUNAS
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menguatkan Perlindungan Remaja Digital melalui implementasi PP TUNAS, menciptakan ruang digital aman dan positif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan urgensi kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Kolaborasi ini bertujuan melindungi generasi muda di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025. Peraturan tersebut mengatur Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Pernyataan ini disampaikan Nezar dalam lokakarya dan gelar wicara #SalingJagaTunasBangsa. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komdigi bersama TikTok Indonesia di Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa (20/1). Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan serta memperkuat implementasi PP TUNAS secara nasional.
Menurut Nezar, ruang digital menawarkan banyak peluang bagi remaja, namun juga penuh risiko. Oleh karena itu, PP TUNAS hadir untuk memastikan keamanan digital tanpa membatasi hak berekspresi. Regulasi ini juga menjamin akses informasi yang tepat bagi generasi muda Indonesia.
Urgensi PP TUNAS dan Peran Komdigi dalam Perlindungan Remaja Digital
Wakil Menteri Nezar Patria menyoroti ruang digital sebagai "jalan terbuka" yang kaya akan potensi bagi remaja. Namun, potensi ini juga diiringi dengan tantangan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. PP TUNAS dirancang sebagai payung hukum untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keamanan pengguna muda.
Komdigi secara aktif menginisiasi kampanye #SalingJagaTunasBangsa sebagai upaya konkret. Kampanye ini bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi PP TUNAS di tengah masyarakat. Melalui sinergi kolaboratif, terutama dengan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) seperti TikTok, diharapkan regulasi ini dapat berjalan efektif.
Kegiatan seperti lokakarya di Tangerang Selatan menjadi platform penting. Platform ini membuka wawasan orang tua mengenai perkembangan digital dan cara membangun ekosistem digital yang aman. Pembekalan materi juga mengatasi ketimpangan keterampilan digital di kalangan orang tua dan tenaga pendidik.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ekosistem Digital yang Aman
Kolaborasi antara Komdigi dan TikTok Indonesia dalam kampanye #SalingJagaTunasBangsa mendapat apresiasi luas. Wali Kota Tangerang Selatan, melalui Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, menegaskan komitmen pemerintah daerah. Komitmen ini untuk memperluas inisiatif Perlindungan Remaja Digital hingga ke tenaga pendidik dan masyarakat.
TikTok Indonesia, sebagai mitra strategis pemerintah, menempatkan keamanan pengguna sebagai prioritas utama, khususnya bagi remaja. Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyatakan hal tersebut. Pihaknya berupaya menghadirkan pengalaman digital positif melalui fitur keamanan, edukasi literasi digital, serta kerja sama dengan para ahli.
Dukungan terhadap kolaborasi ini juga datang dari Lampu.id. Organisasi ini menggandeng lebih dari 20 komunitas sebagai mitra penggerak. Tujuannya adalah memperkuat amplifikasi pesan PP TUNAS, dengan fokus edukasi bagi orang tua dalam membimbing dan mengawasi aktivitas remaja di ruang digital.
Membangun Kecakapan Digital dan Komunikasi Terbuka
Rangkaian kegiatan #SalingJagaTunasBangsa tidak hanya berfokus pada sosialisasi regulasi. Acara ini juga membuka ruang diskusi langsung dengan berbagai pemangku kepentingan. Perwakilan PSE, pembuat kebijakan, psikolog, dan kreator parenting turut serta dalam dialog interaktif tersebut.
Peserta lokakarya dibekali dengan strategi praktis untuk membangun komunikasi terbuka dengan remaja. Hal ini krusial dalam menghadapi tantangan di era digital. Selain itu, mereka juga mendapatkan peningkatan kecakapan digital. Tujuannya adalah memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul di ruang online.
Kampanye ini telah menyasar kota-kota dengan populasi remaja terbesar, seperti Jakarta pada 25 November 2025 dan Bandung pada 19 Desember 2025, sebelum Tangerang Selatan. Tingginya partisipasi menunjukkan perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya orang tua. Mereka menyadari urgensi Perlindungan Remaja Digital di era modern ini.
Sumber: AntaraNews