Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Kolaborasi Ciptakan Ekosistem Digital Aman untuk Remaja
Melalui kampanye ini, para pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang remaja.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama TikTok Indonesia kembali menggelar kampanye 'Saling Jaga Tunas Bangsa' yang kini digelar di Kota Tangerang Selatan. Ini sebagai langkah konkret memperluas jangkauan sekaligus memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Melalui kampanye ini, para pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang remaja.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria menegaskan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci pengalaman positif generasi muda di ruang digital.
"Ruang digital layaknya jalan terbuka yang penuh peluang bagi remaja. PP TUNAS, hadir memastikan ruang digital tetap aman tanpa membatasi hak berekspresi dan tetap menjamin akses informasi yang tepat. Dengan sinergi kolaboratif yang kuat, termasuk dengan PSE seperti TikTok, kita dapat mendukung regulasi ini dan terciptanya generasi muda yang makin cakap digital," ujar Nezar.
Wali Kota Tangerang Selatan, melalui sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi lintas sektor, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk memperluas implementasi inisiatif ini hingga ke tenaga pendidik dan masyarakat.
Menurutnya, sebagai kota dengan demografi remaja yang tinggi, kegiatan ini menjadi langkah strategis dan relevan bagi masyarakat.
Kesempatan ini menjadi ruang diskusi langsung bersama para ahli, mulai dari perwakilan PSE, pemangku kebijakan, psikolog, hingga kreator parenting. Peserta tidak hanya diajak memahami strategi membangun komunikasi terbuka dengan remaja, tetapi juga dibekali kecakapan digital yang krusial untuk melindungi remaja dari berbagai risiko di ruang digital.
Peran Perlindungan Remaja di Ruang Digital
Sebagai mitra strategis pemerintah dan platform digital dengan basis pengguna remaja yang signifikan, TikTok Indonesia turut menegaskan perannya dalam upaya perlindungan remaja di ruang digital.
Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyampaikan bahwa keamanan pengguna di TikTok adalah prioritas utama perusahaan, terutama remaja.
"Melalui fitur keamanan, edukasi literasi digital kepada remaja dan orang tua, dan kerja sama dengan para ahli serta pemangku kepentingan, kami bekerja untuk menghadirkan pengalaman digital yang positif bagi remaja. Kami apresiasi langkah sinergi Komdigi dalam kampanye demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan positif bagi generasi emas Indonesia," katanya.
Mendukung kolaborasi strategis ini, Lampu.id menggandeng lebih dari 20 komunitas sebagai mitra penggerak untuk mendukung amplifikasi pesan PP TUNAS. Kampanye ini merupakan sarana edukasi agar orang tua mampu memperkuat perannya dalam membimbing dan mengawasi remaja di ruang digital.
Sinergi ini diharapkan terus diperluas jangkauannya, dari lintas komunitas hingga seluruh lapisan masyarakat, sehingga nilai-nilai PP TUNAS dapat diterapkan secara konsisten dalam praktik keseharian.