Misteri Api Padam, Polda Riau Terjun Selidiki Penyebab Kebakaran Kilang Pertamina Dumai
Polda Riau mengerahkan tim Labfor dan Ditreskrimsus untuk melakukan penyelidikan intensif penyebab kebakaran Kilang Pertamina Dumai yang misterius, memanggil sejumlah saksi.
Kepolisian Daerah Riau telah memulai penyelidikan mendalam terkait insiden kebakaran yang melanda Kilang Pertamina di Refinery Unit II Kota Dumai. Tim khusus dari Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka bertugas mencari tahu penyebab pasti dari ledakan dan kebakaran yang terjadi.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu, 1 Oktober, dan menyebabkan kerusakan pada salah satu unit produksi. Sejak Kamis, 2 Oktober, para penyidik sudah berada di lokasi untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Proses investigasi ini menjadi prioritas guna mengungkap kronologi serta faktor pemicu kejadian.
Polda Riau juga telah memanggil beberapa pekerja Kilang Pertamina RU Dumai untuk dimintai keterangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut. Penyelidikan akan terus berlanjut hingga semua fakta terungkap dengan jelas.
Tim Khusus Dikerahkan untuk Penyelidikan Mendalam
Kombes Pol Anom Karibianto, Kepala Bidang Humas Polda Riau, mengonfirmasi keberadaan tim penyidik di lokasi kejadian. Tim Labfor dan Ditreskrimsus bekerja sama dengan petugas dari Pertamina untuk memastikan kelancaran proses investigasi. Mereka fokus pada pengumpulan data teknis dan forensik yang diperlukan.
Proses penyelidikan sendiri baru dapat dilakukan setelah kondisi lokasi benar-benar aman dari potensi api. Hal ini merupakan prosedur standar keamanan yang harus dipatuhi dalam lingkungan industri seperti kilang minyak. Keselamatan para petugas investigasi menjadi prioritas utama selama bekerja di area tersebut.
"Kabid Labfor dan tim sudah di tempat kejadian perkara dengan petugas dari Pertamina," kata Anom di Pekanbaru, Minggu. Ia menambahkan, "Iya harus nunggu benar-benar dingin tidak ada api sama sekali. Nanti untuk perkembangannya akan kami sampaikan lagi." Pernyataan ini menegaskan kehati-hatian dalam setiap tahapan penyelidikan.
Beberapa pekerja kilang telah dimintai keterangan untuk memberikan informasi awal. Keterangan dari para saksi mata dan pihak yang terlibat langsung diyakini dapat membantu memperjelas kronologi kejadian. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas penyebab pasti insiden tersebut.
Dukungan Penuh dari Pertamina Kilang Dumai
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Kilang Dumai, Agustiawan, membenarkan dimulainya penyelidikan oleh tim Ditreskrimsus Polda Riau. Selain itu, tim investigasi internal dari Pertamina Raya juga turut serta dalam upaya pengungkapan fakta ini. Kolaborasi antara kepolisian dan pihak internal Pertamina diharapkan mempercepat proses identifikasi penyebab.
"Inafis Polda Riau dan tim investigasi internal Pertamina Persero sudah memulai penyelidikan. Sejumlah pekerja juga telah dimintai keterangan," ujar Agustiawan. Pernyataan ini menunjukkan transparansi dan keseriusan Pertamina dalam menangani insiden. Mereka berkomitmen untuk memberikan data dan akses yang dibutuhkan.
Manajemen Kilang Pertamina Dumai menyatakan dukungan penuh terhadap penyelidikan yang sedang berlangsung. Mereka siap bekerja sama secara kooperatif dengan semua tim investigasi. Ketersediaan data dan informasi dari pihak Pertamina sangat krusial untuk keberhasilan penyelidikan.
Saat ini, proses perbaikan pada unit produksi "hydroplant" H2 12 yang terbakar dan meledak masih terus dikerjakan. Upaya pemulihan operasional menjadi fokus utama Pertamina pasca-insiden. Perbaikan ini dilakukan secara paralel dengan proses investigasi untuk meminimalkan dampak jangka panjang.
Sumber: AntaraNews