Misteri Terkuak? Polresta Barelang Gunakan Metode SCI Usut Tuntas Kebakaran Kapal Federal II yang Tewaskan 11 Orang

Polresta Barelang menerapkan Metode SCI untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal tanker MT Federal II yang menewaskan 11 pekerja, memicu pertanyaan besar tentang insiden tragis ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Misteri Terkuak? Polresta Barelang Gunakan Metode SCI Usut Tuntas Kebakaran Kapal Federal II yang Tewaskan 11 Orang
Polresta Barelang menerapkan Metode SCI untuk menyelidiki kebakaran kapal tanker MT Federal II yang menewaskan 11 pekerja dan melukai 20 lainnya, memastikan penyelidikan ilmiah. (AntaraNews)

Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden kebakaran kapal tanker MT Federal II. Kejadian tragis ini menewaskan sebelas pekerja dan melukai dua puluh lainnya, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) yang melibatkan ahli forensik.

Tim Puslabfor Polri telah diterjunkan ke lokasi kejadian di Batam sejak Jumat (17/10) dan melanjutkan olah tempat kejadian perkara pada hari berikutnya. Pendekatan ilmiah ini diharapkan mampu memberikan gambaran jelas mengenai kronologi dan pemicu kebakaran. Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin menegaskan bahwa penyelidikan ini dilakukan secara komprehensif dengan dukungan teknologi dan keahlian forensik.

Metode SCI merupakan pendekatan baru yang digunakan penyidik dalam mengungkap tindak pidana melalui pengumpulan, analisis, dan penafsiran bukti secara ilmiah dan teknologi. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana suatu tindak pidana terjadi, siapa pelakunya, serta apa yang menyebabkan korban berjatuhan. Penerapan Metode SCI ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menangani kasus kebakaran kapal MT Federal II.

Metode Scientific Crime Investigation (SCI) menjadi tulang punggung dalam proses penyelidikan kebakaran kapal MT Federal II ini. Pendekatan ini memungkinkan penyidik untuk tidak hanya mengandalkan keterangan saksi, tetapi juga bukti fisik yang ditemukan di lokasi kejadian. Tim Puslabfor Polri, sebagai bagian dari tim SCI, memiliki peran krusial dalam menganalisis setiap detail kecil dari sisa-sisa kebakaran.

Kombes Pol. Zaenal Arifin menjelaskan bahwa tim Puslabfor Polri kembali turun ke lokasi kejadian bersama tim penyidik dari Polresta Barelang dan Ditreskrimum Polda Kepri. Mereka bekerja sama untuk mengidentifikasi pola kebakaran, menganalisis material yang terbakar, serta mencari kemungkinan adanya pemicu api. Penggunaan Metode SCI diharapkan dapat memberikan hasil yang akurat dan tidak terbantahkan secara hukum.

SCI adalah metode modern yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap tahapan penyelidikan. Mulai dari pengumpulan sampel, pengujian di laboratorium, hingga interpretasi data, semuanya dilakukan dengan standar ilmiah yang tinggi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap temuan memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Selain fokus pada bukti fisik, penyelidikan kebakaran kapal MT Federal II juga melibatkan pengumpulan keterangan dari berbagai saksi. Hingga Jumat (17/10), sebanyak 13 saksi telah diperiksa oleh tim penyidik. Keterangan ini sangat penting untuk melengkapi data dari olah TKP dan memberikan perspektif yang lebih luas mengenai insiden tersebut.

Para saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak yang terkait langsung dengan operasional kapal dan galangan. Mereka meliputi:

  • Manajemen PT ASL Marine Shipyard selaku galangan tempat kapal berada.
  • Pihak manajemen kontraktor (menkon) yang terlibat dalam pekerjaan di kapal.
  • Perwakilan dari subkontraktor (subkon) yang juga mengerjakan proyek di MT Federal II.
  • Petugas di bidang keselamatan atau healthy, safety, and environment (HSE) yang bertanggung jawab atas standar keamanan.

Kapolresta Barelang menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan dan jumlah saksi tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan verbal, tetapi juga mempelajari dokumen-dokumen terkait pekerjaan dan operasional kapal. "Nanti dilihat, pemeriksaan tidak hanya sampai menkon, subkon, dan HSE saja. Biarkan penyidik untuk mempelajari, meneliti keterangan-keterangan saksi. Kami tidak hanya meminta keterangan secara verbal tapi juga mempelajari dokumen-dokumen yang ada," ujar Zaenal.

Penyidik terus mempelajari setiap detail dan keterangan yang ada untuk menyusun gambaran utuh mengenai penyebab kebakaran. Kombinasi antara bukti ilmiah dari Metode SCI dan keterangan saksi diharapkan dapat membawa kejelasan atas insiden tragis yang menewaskan banyak pekerja ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi