Menteri PU: Perbaikan Jalan dan Jembatan di Sumatra Butuh Bertahun-Tahun
Petugas masih bekerja memperbaiki sejumlah ruas yang terputus. Dody berharap akses utama dapat kembali terhubung dalam beberapa hari mendatang.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut proses pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pascabencana akhir November membutuhkan waktu panjang. Ia memastikan pengerjaan di lapangan terus berlangsung.
“Banyak banget (jembatan dan jalan yang rusak), rehab rekonnya mungkin perlu bertahun-tahun,” ujar Dody di Gedung Sate, Bandung, Rabu (3/12).
Menurut dia, petugas masih bekerja memperbaiki sejumlah ruas yang terputus. Dody berharap akses utama dapat kembali terhubung dalam beberapa hari mendatang.
“Aceh-Tamiang masih buntu tuh, Sibolga sudah mulai terbuka. Kita sekarang fokus ke Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan,” katanya.
Prioritaskan Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan
Ia menegaskan Kementerian PU memprioritaskan pemulihan akses jalan dan jembatan agar distribusi logistik kembali lancar. Banyak warga, lanjutnya, masih kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok karena stok menipis. Dody memastikan dukungan anggaran tidak menjadi hambatan.
“Berapa yang dibutuhkan kita ada,” ucapnya.
Informasi dari BNPB
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban pada Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB. Total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatra mencapai 604 orang, sementara 468 lainnya masih hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada keteranggannya, Selasa (2/12), merinci bahwa di Sumatra Utara terdapat 283 korban meninggal dan 173 hilang; di Aceh 156 meninggal dan 181 hilang; sedangkan di Sumatra Barat 165 meninggal dan 114 orang belum ditemukan.
Ia menambahkan, tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah terus mempercepat proses pencarian, pertolongan, penyaluran logistik, serta pembukaan akses wilayah terdampak.
Abdul menjelaskan, di Sumatra Utara pengungsian tersebar di beberapa titik, di antaranya 15.765 jiwa di Tapanuli Utara, 2.111 jiwa di Tapanuli Tengah, 1.505 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 7.194 jiwa di Mandailing Natal.
“Upaya pembukaan akses darat di sejumlah kabupaten yang masih terputus terus dilakukan pemerintah. Salah satu jalur yang mulai terbuka adalah Tarutung-Padangsidimpuan berkat dukungan Dinas Pekerjaan Umum, TNI, dan Polri,” ujarnya.