Mensos Pastikan Bantuan Banjir untuk Rumah Rusak dan Korban Terdampak di Banjar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam menyalurkan bantuan banjir, termasuk santunan dan rekonstruksi rumah bagi warga terdampak di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf, memastikan bahwa rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Mensos saat melakukan peninjauan di lokasi pengungsian korban banjir.
Kunjungan Mensos berlangsung di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada hari Minggu. Kedatangan beliau disambut hangat oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea, serta jajaran instansi terkait di daerah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Mensos menyusuri area banjir menggunakan perahu, didampingi oleh para relawan dan aparat keamanan, untuk melihat langsung kondisi warga. Ketinggian air di lokasi bervariasi, mencapai lutut hingga paha orang dewasa, menunjukkan tingkat keparahan dampak banjir.
Penanganan Cepat dan Higienis untuk Korban Banjir
Saat meninjau lokasi, Mensos Saifullah Yusuf secara langsung memastikan bahwa proses penyiapan dan penyaluran makanan bagi para pengungsi berjalan dengan baik dan higienis. Beliau menekankan pentingnya makanan yang tepat waktu untuk menjaga kesehatan para korban.
Selain itu, Mensos juga menegaskan prioritas pelayanan yang cepat dan merata bagi seluruh warga terdampak banjir. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu menyusui, dan bayi, untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi tanpa terkecuali.
Pada kesempatan kunjungan tersebut, bantuan sembako telah berhasil disalurkan kepada lebih dari seribu warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara kementerian dan pemerintah daerah.
"Ini adalah kerja sama antara kementerian dan pemerintah daerah, dibantu TNI dan Polri," ujar Mensos. Beliau menambahkan bahwa setiap bencana, logistik seperti makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, dan kebutuhan lainnya selalu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Beragam Skema Bantuan untuk Pemulihan Pasca-Banjir
Pemerintah, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, berkomitmen memberikan santunan bagi korban bencana, termasuk mereka yang terdampak banjir. Skema bantuan ini mencakup berbagai kategori untuk meringankan beban masyarakat.
Untuk korban meninggal dunia, ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp15 juta, sementara korban luka berat mendapatkan santunan Rp5 juta. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan rekonstruksi rumah yang rusak berat, sedang, maupun ringan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Mensos merinci adanya bantuan hunian sementara (Huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat, memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang layak. Setiap keluarga juga akan menerima bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta yang diberikan satu kali untuk membantu melengkapi kebutuhan rumah tangga.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menyediakan bantuan pembelian lauk-pauk sebesar Rp450 ribu per orang, yang diberikan selama tiga bulan. "Kemudian ada juga bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga yang diberikan satu kali, setelah warga pindah ke hunian sementara atau hunian tetap," jelas Mensos.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Dampak Bantuan
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan perhatian Mensos kepada warga terdampak banjir di wilayahnya. Kehadiran Mensos dianggap sebagai bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat.
Habib Idrus Al Habsyi menyebutkan bahwa di Desa Sungai Tabuk saja, terdapat sekitar 1.400 jiwa yang terdampak banjir dan telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Angka ini menunjukkan skala dampak bencana dan luasnya jangkauan bantuan yang disalurkan.
"Semoga dengan kehadiran beliau, permasalahan warga saat ini dapat segera teratasi," kata Wakil Bupati, mengungkapkan harapannya agar bantuan dan perhatian ini dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan pemerintah daerah Kabupaten Banjar diharapkan dapat terus berlanjut. Tujuannya adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar korban terpenuhi dan proses rehabilitasi serta rekonstruksi berjalan lancar, membawa kembali kehidupan normal bagi warga terdampak.
Sumber: AntaraNews