Kementerian Sosial (Kemensos) intensif menyalurkan bantuan logistik dan mengoperasikan dapur umum bagi korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam penanganan pascabencana di berbagai wilayah terdampak. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat dan tepat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memantau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kantor Pos Kebonrojo Surabaya, Jawa Timur, pada Senin. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa Kemensos terus memberikan dukungan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Penanganan bencana ini melibatkan berbagai pihak untuk efektivitas bantuan.
Hingga saat ini, nilai bantuan Kemensos telah melampaui angka Rp100 miliar untuk ketiga provinsi tersebut, mencakup berbagai program. Bantuan ini tidak hanya berfokus pada masa kedaruratan, tetapi juga menyiapkan program lanjutan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Tujuannya adalah mengembalikan kondisi sosial-ekonomi masyarakat seperti semula.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat Kemensos dalam Penanganan Kedaruratan
Kemensos mengerahkan segala sumber daya untuk membantu korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dapur umum menjadi salah satu tulang punggung penyediaan makanan bagi warga terdampak. Penanganan kebutuhan pangan tidak hanya dilakukan Kemensos, tetapi juga didukung TNI, Polri, masyarakat, serta lembaga nonpemerintah.
“Saat ini dapur umum masih bekerja di 42 titik dan menyajikan lebih dari 400 ribu porsi setiap hari,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Ini menunjukkan skala operasi yang masif untuk memenuhi kebutuhan pangan harian korban bencana.
Total bantuan Kemensos yang telah disalurkan hingga saat ini tercatat melampaui Rp100 miliar untuk tiga provinsi tersebut. Angka ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memberikan dukungan finansial dan logistik kepada masyarakat yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk Pemulihan Jangka Panjang
Usai masa kedaruratan, Kemensos menyiapkan program lanjutan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini difokuskan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Tujuannya adalah membantu warga terdampak untuk membangun kembali kehidupan mereka pascabencana.
Bantuan pengisian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga disiapkan bagi warga yang telah menempati hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap). Selain itu, Jaminan Hidup (Jadup) juga diberikan untuk menopang kebutuhan sehari-hari.
Jadup kini naik menjadi Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan, setara Rp15.000 per hari. “Bantuan ini naik dibanding sebelumnya yang Rp10.000 per hari. Setelah koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, kini menjadi Rp15.000 per hari,” jelas Saifullah Yusuf. Bantuan diberikan setelah warga masuk huntara atau huntap berdasarkan data terverifikasi dari BNPB dan pemerintah daerah.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemulihan Ekonomi dan Santunan bagi Korban Bencana
Selain bantuan dasar, Kemensos juga menyiapkan program pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga. Bantuan ini ditujukan bagi mereka yang memenuhi syarat berdasarkan hasil asesmen. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi warga terdampak.
Kemensos pun mulai menyalurkan santunan duka bagi korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per jiwa serta santunan untuk korban luka berat sebesar Rp5 juta. Ini adalah bentuk perhatian dan dukungan moral dari pemerintah kepada keluarga korban.
Hingga kini, santunan telah diberikan kepada 86 ahli waris dengan nilai lebih dari Rp1,2 miliar. Penyaluran ini tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Kota Sibolga, dan daerah lain yang sedang dalam proses verifikasi data.
Advertisement
Rangkaian bantuan ini diharapkan mampu membantu pemulihan warga terdampak bencana secara bertahap. Tujuannya agar kondisi sosial-ekonomi masyarakat dapat kembali stabil dan bangkit dari keterpurukan.
Sumber: AntaraNews