Kemensos Pastikan Kebutuhan Ribuan Korban Banjir Subang Tercukupi
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar ribuan warga terdampak **banjir Subang** terpenuhi melalui penyaluran bantuan logistik dan dukungan penanganan darurat di lokasi bencana, membuat pembaca penasaran akan rincian bantuan yang diberika
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar ribuan warga korban banjir di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tercukupi. Penyaluran bantuan logistik dan dukungan penanganan darurat telah dilakukan di lokasi bencana untuk meringankan beban masyarakat. Langkah cepat ini diambil menyusul penetapan status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Subang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan komitmen Kemensos dalam penanganan bencana ini. "Kemensos telah mendistribusikan bantuan bencana banjir di Subang. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Banjir yang melanda Subang pada Sabtu (24/1) menyebabkan ribuan keluarga terdampak dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Sebanyak 2.476 Kepala Keluarga (KK) tersebar di enam desa mengalami dampak serius akibat bencana ini. Situasi ini memerlukan respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.
Bantuan Logistik dan Dukungan Penanganan Darurat
Kemensos telah mendistribusikan berbagai jenis bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban banjir. Bantuan tersebut mencakup 500 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, serta 400 paket lauk pauk siap saji. Pasokan ini sangat krusial untuk memastikan asupan gizi yang cukup bagi warga yang terpaksa mengungsi.
Selain kebutuhan pangan, Kemensos juga menyalurkan bantuan sandang dan perlengkapan keluarga. Sebanyak 50 paket sandang anak, 100 paket perlengkapan keluarga, dan 100 paket perlengkapan anak-anak telah didistribusikan. Perlengkapan ini diharapkan dapat membantu korban untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan selama masa pengungsian.
Untuk mendukung kebutuhan pengungsian yang layak, Kemensos menyediakan fasilitas penampungan. Bantuan ini meliputi satu tenda serbaguna, lima tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 75 lembar kasur, serta 100 lembar selimut. Fasilitas ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.
Peran Aktif Tagana dan Penetapan Status Tanggap Darurat
Dukungan penuh juga diberikan oleh petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) di lapangan. Petugas Tagana berperan aktif dalam melakukan asesmen serta pendataan dampak banjir. Mereka juga membantu evakuasi warga ke lokasi aman, memastikan keselamatan para korban.
Selain itu, Tagana juga mendirikan dapur umum yang terpusat di Kantor Kecamatan Pamanukan. Dapur umum ini berfungsi untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi dan petugas yang bertugas. Keberadaan dapur umum sangat vital untuk menjamin ketersediaan makanan secara berkelanjutan.
Distribusi bantuan dari Kemensos ini seiring dengan telah ditetapkannya status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Subang. Status ini berlaku aktif mulai 24 Januari hingga 7 Februari 2026. Penetapan status tanggap darurat memungkinkan koordinasi penanganan bencana yang lebih efektif dan cepat.
Data Dampak Banjir dan Lokasi Pengungsian
Data sementara yang diterima Kemensos menunjukkan skala dampak banjir yang signifikan. Sebanyak 2.476 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter pada Sabtu (24/1). Desa-desa yang terdampak meliputi Ciasem Hilir, Dukuh, Pinangsari, Ciasem Baru, Ciasem Tengah, dan Jati Baru.
Dari total korban terdampak, sebanyak 172 jiwa mengungsi memanfaatkan masjid dan mushala di Desa Ciasem Hilir. Sementara itu, 1.629 jiwa lainnya mengungsi di masjid dan madrasah yang berlokasi di Desa Ciasem Tengah. Semua pengungsi berada dalam pendampingan tim petugas gabungan.
Penanganan pengungsi dilakukan secara komprehensif, melibatkan berbagai pihak untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi. Tim gabungan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk bantuan medis dan psikososial jika diperlukan. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat ini.
Sumber: AntaraNews