Mensos Saifullah Yusuf Beri Dukungan Psikososial Korban Banjir di Banjar Kalsel, Pastikan Perbaikan Rumah Rusak

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan dukungan psikososial korban banjir di Banjar, Kalsel, menekankan pemulihan mental dan memastikan perbaikan rumah rusak akibat bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mensos Saifullah Yusuf Beri Dukungan Psikososial Korban Banjir di Banjar Kalsel, Pastikan Perbaikan Rumah Rusak
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan dukungan psikososial korban banjir di Banjar, Kalimantan Selatan, untuk memulihkan kondisi mental dan emosional warga terdampak bencana. (AntaraNews)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyalurkan dukungan psikososial kepada ribuan korban banjir yang mengungsi di Posko Puskesmas Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Minggu (04/01). Kunjungan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi mental dan emosional para penyintas bencana alam. Mensos Saifullah Yusuf secara langsung menyambangi berbagai kelompok korban, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, lansia, hingga individu berkebutuhan khusus, menunjukkan perhatian mendalam pemerintah terhadap dampak psikologis pasca-bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa layanan penyembuhan trauma merupakan aspek krusial dalam penanganan bencana. Upaya ini tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan melibatkan sinergi berbagai pihak. Kolaborasi erat terjalin antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Banjir yang melanda berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Mensos menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menangani dampak bencana di seluruh Indonesia. Ia juga menyampaikan duka cita atas korban jiwa yang meninggal akibat banjir di Sumatra, serta mengajak semua pihak untuk saling menguatkan dan mendoakan ketabahan bagi keluarga korban.

Pemulihan Mental dan Emosional Korban Banjir

Dukungan psikososial menjadi fokus utama dalam kunjungan Mensos Saifullah Yusuf ke Kabupaten Banjar. Bencana banjir seringkali meninggalkan trauma mendalam bagi para korban, terutama anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, kehadiran tim dukungan psikososial sangat vital untuk membantu mereka bangkit dari keterpurukan dan mengembalikan semangat hidup.

Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pendekatan personal dalam memberikan bantuan. Ia berinteraksi langsung dengan para pengungsi, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memberikan motivasi. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis yang dirasakan korban dan mempercepat proses pemulihan.

Kementerian Sosial melalui berbagai programnya berkomitmen untuk terus menyediakan layanan dukungan psikososial. Layanan ini mencakup konseling individu, terapi kelompok, serta kegiatan rekreatif yang dirancang khusus untuk anak-anak. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi para korban untuk memproses pengalaman traumatis mereka.

Sinergi Penanganan Bencana dan Perhatian Pemerintah Pusat

Penanganan banjir di Kalimantan Selatan merupakan upaya kolektif yang melibatkan berbagai elemen. Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menyalurkan bantuan dan memastikan keselamatan warga. Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi tantangan bencana alam.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Sosial, menegaskan bahwa penanganan banjir di Kalsel menjadi salah satu prioritas. Perhatian serupa juga diberikan untuk daerah lain yang terdampak bencana. Hal ini mencerminkan kebijakan pemerintah yang responsif dan berupaya hadir di tengah kesulitan masyarakat.

Salah satu warga yang ditemui Mensos menyampaikan kondisi rumahnya yang rusak parah akibat banjir yang tak kunjung surut. Menanggapi hal ini, Mensos Saifullah Yusuf memastikan bahwa seluruh rumah yang mengalami kerusakan akan diperbaiki. Proses perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami, memastikan setiap korban mendapatkan bantuan yang proporsional.

Komitmen perbaikan rumah ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Pemerintah berharap, dengan perbaikan infrastruktur dan dukungan psikososial, masyarakat dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi