Mensos: Bantuan Sosial Hanya Bersifat Sementara, yang Abadi Pemberdayaan
Gus Ipul mengajak seluruh elemen Pemkab Lumajang dan pilar sosial untuk memfokuskan program pada kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan, pemberdayaan adalah kunci utama menekan kemiskinan di Indonesia. Pesan ini ia sampaikan saat berdialog dengan 294 pilar sosial se-Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (30/5).
“Bantuan sosial hanya bersifat sementara. Yang abadi adalah pemberdayaan. Di era Presiden Prabowo, kita akan perkuat pendekatan pemberdayaan agar masyarakat tidak sekadar bertahan, tapi benar-benar mandiri,” tegas Gus Ipul.
Ia mengajak seluruh elemen Pemkab Lumajang dan pilar sosial untuk memfokuskan program pada kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pendekatan berbasis data.
Pemberdayaan Jadi Fokus Pemerintahan Prabowo
Gus Ipul menegaskan, perubahan paradigma dari bantuan menuju pemberdayaan menjadi dasar dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat oleh Presiden Prabowo.
“Jangan abaikan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). Kalau datanya belum sempurna, silakan perbaiki, tapi DTSEN ini yang jadi acuan nasional. Pemda berperan besar dalam memastikan akurasinya,” tandasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul memperkenalkan model pemberdayaan baru yang akan diterapkan di Lumajang, yakni pemanfaatan pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi seperti kertas dan kerajinan tangan.
Dua desa yang dipilih sebagai percontohan adalah Desa Ranuyoso (Kecamatan Ranuyoso) dan Desa Klanting (Kecamatan Sukodono).
“Lumajang sangat potensial karena merupakan salah satu sentra pisang terbesar di Jawa Timur,” kata Gus Ipul.
Bukan Sekadar Wacana
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyambut hangat program yang digagas Mensos. Ia menyebutnya sebagai solusi konkret.
“Ini bukan sekadar wacana. Bahkan pembeli hasil produknya sudah disiapkan. Kami sangat terbantu,” ujar Indah.
Ia juga menyebut, lebih dari 6.000 hektare lahan pisang tersebar di Lumajang, termasuk di daerah seperti Senduro, Pasirian, dan Tempursari.
“Di Senduro saja, hampir setiap halaman rumah pasti ada pohon pisang. Ini potensi luar biasa,” ungkapnya.
Anak KPM Naik Kelas: Bukti Pemberdayaan Berhasil
Sebagai hasil nyata pemberdayaan, Indah menyampaikan satu anak dari keluarga KPM di Desa Ranuyoso telah lulus sarjana, dan tahun ini empat anak KPM lainnya juga akan diwisuda.
“Kami berharap semakin banyak KPM yang naik kelas dan keluar dari ketergantungan pada bansos,” tutupnya.