Menkomdigi Tekankan Pentingnya Posko Trauma Healing Anak Pasca-Bencana di Sumut
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meninjau posko trauma healing anak di Deli Serdang, Sumatera Utara, menegaskan perannya sebagai sarana aktivitas penting bagi anak-anak pasca-bencana. Simak bagaimana posko ini membantu pemulihan psikologis me
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau langsung posko "trauma healing" di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Senin malam. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan fasilitas tersebut berfungsi optimal sebagai sarana aktivitas bagi anak-anak yang terdampak bencana. Posko ini diharapkan dapat menjadi tempat aman bagi mereka untuk berinteraksi dan mengembalikan keceriaan setelah mengalami masa sulit.
Meutya Hafid menyatakan bahwa meskipun kondisi bencana telah mereda, anak-anak mungkin belum bisa kembali beraktivitas normal di rumah mereka masing-masing. Oleh karena itu, posko ini menyediakan ruang bagi mereka untuk bermain dan berinteraksi. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan psikologis yang komprehensif bagi korban bencana, khususnya anak-anak.
Penyediaan posko "trauma healing" ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mitigasi dampak psikologis pasca-bencana. Menkomdigi menekankan bahwa aktivitas di posko ini dirancang untuk membantu anak-anak meredakan trauma. Harapannya, fasilitas ini bisa membantu anak-anak kembali pulih secara emosional dan mental.
Pentingnya Dukungan Psikologis Pasca-Bencana
Posko "trauma healing" yang ditinjau oleh Menkomdigi Meutya Hafid dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan psikologis anak-anak pengungsi. Di posko ini, anak-anak dapat terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendukung pemulihan mereka. Kegiatan yang disediakan meliputi menggambar, berbagai permainan edukatif, serta menonton tayangan yang bersifat mendidik.
Meutya Hafid menjelaskan bahwa berbagai aktivitas tersebut bertujuan untuk memberikan hiburan dan edukasi kepada anak-anak. "Insyaallah kami buatkan terus, supaya di sini mudah-mudahan bisa meredakan dan membantu sedikit untuk anak-anak," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen untuk terus menyediakan fasilitas yang mendukung kesehatan mental anak-anak pasca-bencana.
Dukungan psikologis melalui posko "trauma healing" ini sangat krusial mengingat dampak bencana dapat menimbulkan tekanan emosional yang signifikan pada anak-anak. Dengan adanya sarana ini, mereka memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Ini adalah bagian dari upaya menyeluruh pemerintah dalam penanganan pasca-bencana.
Jangkauan dan Dampak Posko Trauma Healing
Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pendirian posko "trauma healing" tidak hanya terbatas di Hamparan Perak saja. Pihaknya telah mendirikan posko serupa di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor Sekda Aceh. Selain itu, Kabupaten Tapanuli Tengah juga akan menyusul mendapatkan fasilitas serupa untuk membantu korban bencana di wilayah tersebut.
Meutya menegaskan bahwa Komdigi selama ini selalu aktif dalam penanganan bencana, bukan hanya pada kejadian kali ini. "Setelah surut, salah satunya biasa ada posko 'trauma healing' dan Komdigi selama ini selalu aktif bukan hanya bencana kali ini saja," katanya. Ini menunjukkan bahwa program dukungan psikologis ini merupakan bagian dari respons standar Komdigi terhadap bencana alam.
Kehadiran posko "trauma healing" mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kepala Desa Hamparan Perak, Muhammad Hilmi, menyambut baik inisiatif Komdigi, menyatakan bahwa posko tersebut sangat membantu menghibur anak-anak pengungsi pasca-banjir. Di lingkungan Masjid Al-hafiz, tempat posko ini berada, terdapat sekitar 250 warga yang mengungsi, di antaranya 150 adalah anak-anak, yang kini mendapatkan manfaat dari fasilitas tersebut.
Sumber: AntaraNews