Trauma Healing Anak Aceh Tamiang Warnai Pemulihan Pascabencana Jelang Ramadan 2026
Inisiatif trauma healing anak di Aceh Tamiang terus bergulir pascabencana banjir, memberikan dukungan psikososial dan pengobatan gratis jelang Ramadan 2026 untuk memulihkan kondisi mental mereka.
Kegiatan trauma healing anak menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Inisiatif kemanusiaan ini diselenggarakan oleh Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Laznas Peduli, bersinergi dengan Forum Umat Islam Bekasi (FUIB), dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).
Program ini difokuskan pada layanan psikososial anak serta pengobatan gratis bagi warga terdampak bencana di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang. Tujuannya adalah untuk membantu anak-anak mengatasi dampak psikologis akibat bencana dan menumbuhkan kembali semangat mereka.
Koordinator AQL Laznas Peduli Posko Aceh Tamiang, Novita Mariana, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang pada Sabtu (25/1), dipusatkan di Masjid Al-Ihsan. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang komprehensif bagi masyarakat Aceh Tamiang yang tengah berjuang pascabencana.
Fokus Layanan Psikososial dan Kesehatan
Novita Mariana mengungkapkan bahwa kegiatan trauma healing bagi anak-anak dilakukan melalui berbagai aktivitas kreatif dan edukatif. Aktivitas tersebut meliputi menggambar, bernyanyi, serta program Indonesia Menulis Quran.
Pendekatan ini dirancang khusus untuk membantu pemulihan mental anak sekaligus menumbuhkan semangat belajar agama, terutama menjelang bulan suci Ramadan 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Al-Ihsan, kawasan Kota Lintang Bawah, dan melibatkan sekitar 100 anak dari wilayah terdampak banjir.
Kondisi anak-anak di daerah tersebut cukup memprihatinkan akibat kerusakan sekolah, sehingga pendampingan intensif sangat diperlukan. Novita menekankan pentingnya membersamai anak-anak agar mereka merasa tidak sendiri dan tetap bahagia serta teredukasi di tengah situasi sulit.
Selain layanan psikososial, pengobatan gratis juga disediakan untuk orang dewasa, dengan sekitar 50 pasien telah menerima manfaat kesehatan. Layanan kesehatan ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan menyeluruh yang ditawarkan oleh para relawan.
Dukungan Komunitas dan Jaringan Relawan
AQL Laznas Peduli bersama mitra telah memulai kegiatan di Aceh sejak 4 Desember 2026, meskipun tanggal ini tertera di sumber dan mungkin merupakan kekeliruan penulisan tahun. Selain trauma healing, mereka juga menyalurkan logistik, menyediakan air bersih, membangun musala, serta menggelar makan bersama Meugang. Meugang adalah tradisi khas masyarakat Aceh untuk menyambut hari besar Islam dengan hidangan daging.
Relawan yang terlibat dalam program kemanusiaan ini berasal dari berbagai daerah, mayoritas dari Jakarta, Medan, dan Aceh. Mereka bekerja sama dengan Pesantren Ibadurrahman untuk menjalankan program. Posko relawan dibuka di Masjid Al-Ikhlas di Tanah Terban, Kecamatan Tanah Baru, dan di kawasan pintu masuk Kuala Simpang, yang berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan dan koordinasi lapangan.
Perwakilan FUIB dan JATTI, Adam Nurachman, menjelaskan bahwa kegiatan kemanusiaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis. Selain itu, mereka juga menyediakan layanan thibbun nabawi seperti bekam dan akupuntur, pembagian pakaian salat gratis, serta pembagian lampu sel surya.
Tim relawan FUIB melibatkan tenaga profesional kesehatan dari institusi syariah di Bekasi, termasuk tiga dokter, dua perawat, tiga herbalis, dan empat guru pesantren, yang bertugas dari 6 Januari hingga 9 Februari 2026. Kegiatan sebelumnya telah menjangkau lima titik, yaitu Tanah Terban, Rantau, Batu Sumbang, Tanjung Gelumpang, dan Menanggini, sebelum berlanjut ke lokasi lain di Aceh Tamiang.
Rencana Pengembangan Program Bantuan
Pada hari kegiatan trauma healing di Kota Lintang Bawah, relawan juga telah menjadwalkan rencana aksi selanjutnya. Dalam dua hari mendatang, tim relawan akan menuju Pantai Tinjau untuk melakukan pengeboran sumur air bersih. Ini merupakan upaya krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Selain itu, relawan juga merencanakan pengeboran sumur air bersih dan pemasangan lampu sel surya di Tanjung Gelumpang. Wilayah ini hingga kini belum teraliri listrik pascabencana banjir besar, sehingga bantuan ini sangat vital bagi warga setempat.
Adam Nurachman berharap dukungan yang diberikan dapat membangkitkan semangat masyarakat agar tidak berputus asa. Ia mengajak semua pihak untuk terus membantu pemulihan, agar anak-anak dapat kembali sekolah, berbahagia, dan tidak larut dalam kesedihan, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Sumber: AntaraNews