Mendikdasmen Abdul Mu'ti Dorong Integritas ASN: Bekerja Baik sebagai Ibadah dan Jauhi Korupsi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyerukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga Integritas ASN, bekerja dengan penuh tanggung jawab sebagai ibadah, serta menjauhi segala bentuk korupsi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan pesan penting kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah, menekankan pentingnya Integritas ASN.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengajak para ASN untuk menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah. Hal ini sekaligus menjadi upaya nyata dalam memupuk Integritas ASN di lingkungan pemerintahan.
Kegiatan keagamaan yang digelar di lingkungan kementerian bertujuan menciptakan suasana kerja lebih religius. Suasana ini diharapkan berimplikasi langsung terhadap kesalehan seluruh insan pendidikan dan pelayanan publik.
Mendikdasmen Serukan Integritas dan Anti-Korupsi bagi ASN
Abdul Mu'ti secara tegas meminta seluruh ASN bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Ia juga menekankan pentingnya menjauhkan diri dari segala hal yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Secara spesifik, Mendikdasmen menyoroti bahaya perilaku korupsi dan tindakan merugikan lainnya. Pesan ini menjadi pengingat serius bagi ASN untuk selalu menjaga Integritas ASN.
Menurut Mu'ti, suasana kerja yang religius diharapkan dapat menumbuhkan kesalehan individu. Kesalehan ini pada akhirnya akan tercermin dalam kinerja dan pelayanan publik yang prima.
Pendidikan Holistik dan Ramadhan sebagai Pembelajaran Terpanjang
Ustaz Abdul Somad (UAS), yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan perspektif mengenai pendidikan dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas atau ilmu agama semata, seperti tauhid, tafsir, maupun akidah.
UAS mendorong umat Islam untuk mempelajari ilmu alam semesta yang luas, tidak hanya tauhid, tafsir, atau akidah. Pandangan ini menunjukkan pentingnya pengembangan diri yang komprehensif.
Lebih lanjut, UAS mengemukakan bahwa bulan Ramadhan adalah periode pendidikan terpanjang bagi umat Islam. Selama berpuasa, seseorang tidak hanya diajarkan menahan lapar, tetapi juga mengelola emosi.
Tujuan dari pendidikan Ramadhan adalah membentuk individu yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Ketiga kecerdasan ini merupakan sifat-sifat fundamental dari orang yang terdidik.
Menjaga Amanah Pendidikan dari Godaan Duniawi
UAS juga memberikan peringatan keras agar perjuangan para pendidik di masa lalu tidak dirusak oleh iming-iming keduniawian. Integritas ASN sangat krusial dalam menjaga kemuliaan profesi ini.
Ia menegaskan bahwa apa yang telah diperjuangkan melalui pendidikan tidak boleh pernah dirusak oleh pembodohan. Pesan ini relevan bagi seluruh insan pendidikan dan ASN.
Menjaga Integritas ASN berarti melindungi warisan pendidikan dari segala bentuk penyalahgunaan. Hal ini penting untuk memastikan kualitas dan moralitas bangsa tetap terjaga.
Sumber: AntaraNews