Mendagri Puji Inovasi Normalisasi Sungai Hutanabolon Tapanuli Tengah, Sedimen Jadi Tanggul
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi inovasi normalisasi Sungai Hutanabolon di Tapanuli Tengah yang mengubah sedimen menjadi tanggul permanen, solusi efektif pascabencana.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya normalisasi Sungai Hutanabolon di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Apresiasi ini disampaikan usai peninjauan langsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, menyoroti inovasi penanganan pascabencana.
Inovasi utama yang dipuji Mendagri adalah pemanfaatan sedimen sungai yang menumpuk untuk dijadikan tanggul penahan. Model penanganan ini dinilai sangat efektif dalam mengembalikan fungsi sungai sekaligus melindungi permukiman warga.
Wilayah Hutanabolon sebelumnya menjadi salah satu daerah paling terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Bencana tersebut menyebabkan sungai dipenuhi material lumpur, batu, dan kayu, sehingga air meluap ke permukiman penduduk.
Inovasi Tanggul Sedimen Sungai Hutanabolon
Mendagri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menyatakan kekagumannya atas ide kreatif ini. Menurutnya, konsep pemanfaatan sedimen sungai sebagai tanggul sangat cerdas, memastikan aliran air lancar.
"Saya salut dengan ide ini, air lancar, dan sedimennya dijadikan tanggul," ucap Tito. Ia menambahkan bahwa model penanganan seperti ini patut diterapkan tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga di Aceh dan Sumatera Barat yang kerap menghadapi masalah serupa.
Normalisasi Sungai Hutanabolon ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, dan pemerintah pusat. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman setelah bencana.
Pembangunan Jembatan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain inovasi tanggul dari sedimen, proyek normalisasi Sungai Hutanabolon ini juga mencakup pembangunan jembatan penyeberangan. Jembatan ini berfungsi untuk mempermudah mobilitas warga setempat, menghubungkan permukiman, lahan persawahan, serta kebun masyarakat.
Mendagri Tito Karnavian menekankan bahwa meskipun bersifat temporer, jembatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Jembatan temporer, tetapi sangat bermanfaat mempermudah mobilitas masyarakat di sini. Ide, dan kerja samanya sangat bagus," jelas Tito.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menambahkan bahwa tanggul yang dibangun akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal bagi masyarakat. Tanggul sungai ini memiliki panjang 10,5 kilometer dan dibangun melalui kolaborasi erat.
Pembangunan tanggul Sungai Hutanabolon melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, serta dukungan dari TNI dan Polri. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat dalam pemulihan pascabencana.
Sumber: AntaraNews