Libur Lebaran 2026, Penurunan Pengunjung Pantai Pandan Capai 50 Persen Akibat Bencana
Libur Lebaran 2026, Pantai Pandan di Tapanuli Tengah alami penurunan pengunjung drastis hingga 50 persen. Apa penyebab utama penurunan pengunjung Pantai Pandan yang signifikan ini dan bagaimana dampaknya pada ekonomi lokal?
Kawasan wisata Pantai Pandan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami penurunan jumlah pengunjung yang signifikan selama libur Lebaran 2026. Penurunan ini mencapai 50 persen dibandingkan dengan momen libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menunjukkan dampak serius dari bencana yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini.
Pada H+2 Lebaran 2026, jumlah masyarakat yang berekreasi di Pantai Pandan hanya berkisar 300 orang. Angka ini sangat kontras dengan tahun sebelumnya, di mana pada waktu yang sama, pantai ikonik ini bisa menarik lebih dari 900 hingga 1.000 pengunjung setiap harinya. Kondisi sepi ini menjadi perhatian serius bagi pengelola wisata setempat.
Sutrisno, seorang petugas pengelola wisata Pantai Pandan, mengungkapkan bahwa sepinya pengunjung disebabkan oleh dampak bencana. Masyarakat disibukkan dengan membersihkan rumah mereka atau merasa khawatir untuk beraktivitas di luar.
Dampak Bencana Terhadap Kunjungan Wisata
Penurunan pengunjung yang drastis ini secara langsung terlihat dari berkurangnya jumlah penyewaan tiker di Pantai Pandan. Padahal, penyewaan tiker merupakan salah satu indikator utama keramaian di lokasi wisata ini. Pengunjung umumnya menyewa tiker yang disediakan pengelola, meskipun diperbolehkan membawa alas sendiri.
Sutrisno menjelaskan bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dengan Lebaran tahun-tahun sebelumnya yang selalu ramai. Pada tahun-tahun sebelumnya, penyewaan tiker dalam sehari bisa mencapai lebih dari 100 unit. Namun, pada libur Lebaran 2026 ini, baru sekitar 30 tiker yang berhasil disewakan.
“Beginilah situasinya agak sepi, meski masih libur Hari Raya. Ini karena juga dampak dari bencana sepertinya jadi masyarakat sibuk bersihkan rumah atau memang juga takut kan,” kata Sutrisno yang merupakan petugas pengelola wisata Pantai Pandan, Tapanuli Tengah, kepada ANTARA, Minggu.
Bisnis Jasa Ikut Terdampak Penurunan Pengunjung Pantai Pandan
Tidak hanya pengelola tiker, penyedia jasa permainan air seperti Banana Boat juga merasakan dampak signifikan dari penurunan jumlah pengunjung Pantai Pandan. Muhammad, salah satu penyedia jasa Banana Boat, mengungkapkan bahwa penjualannya anjlok drastis. Ini menunjukkan efek domino dari sepinya pantai terhadap ekonomi lokal.
Pada Lebaran tahun ini, masyarakat yang menyewa jasa Banana Boat hanya berkisar 5 sampai 10 kali jalan dalam sehari. Angka ini jauh di bawah performa tahun-tahun sebelumnya, di mana Muhammad bisa melayani hingga 15 kali perjalanan Banana Boat dalam satu hari. “Kalau Lebaran tahun-tahun lalu, itu bisa sampai 15 kali jalan kami dalam sehari, ini baru dapat 5 sampai siang ini,” kata Muhammad.
Harga penyewaan Banana Boat di Pantai Pandan bervariasi, berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu untuk sekali jalan per orang. Pantauan tim ANTARA menunjukkan bahwa pantai memang tampak lengang, dengan banyak tiker yang digelar pengelola tidak terpakai, mengindikasikan sepinya aktivitas wisata.
Sumber: AntaraNews