Melihat Penampakan Ruang Kelas dan Kamar Asrama Sekolah Rakyat di Polteksos Bandung
Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto akan diluncurkan mulai 14 Juli 2025 mendatang.
Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto akan diluncurkan mulai 14 Juli 2025 mendatang. Di Bandung, Sekolah Rakyat (SR) diselenggarakan di 2 tempat, yaitu di Sentra Wyata Guna dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung.
Direktur Polteksos Suharma selaku Tim Satgas Pelaksana Sekolah Rakyat Kemensos RI, mengklaim progres persiapan di tempatnya sejauh ini telah mencapai 95 persen. Progres tersebut termasuk meliputi kesiapan ruang kelas dan asrama bagi peserta SR kelak.
Pantauan di lokasi, tampak ruangan kelas yang diperuntukkan untuk program SR telah siap. Meja dan kursi telah ditata.
Sementara untuk bangunan asrama, tampak proses pengerjaannya hampir rampung, tinggal finishing. Beberapa kamar bahkan tampak telah diisi oleh ranjang, hingga lemari.
“Progresnya sudah ada di 95 persen khusus untuk di Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung,” ungkap dia dijumpai wartawan, Selasa (8/7).
Menampung 100 Siswa
Dia menyampaikan bahwa SR di Polteksos Bandung diperuntukkan untuk jenjang SMA. Ada sebanyak 100 siswa yang terdaftar sebagai bakal calon siswa di sana, dengan 4 rombongan belajar.
Sementara, guru yang mengajar berjumlah 17 orang. Termasuk kelapa sekolah, guru-guru tersebut telah dipersiapkan sesuai mata pelajaran yang menjadi bidang mereka.
“Di Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung terdapat 4 rombongan belajar atau rombel yang masing-masing satu kelasnya, satu rombongan belajar itu 25 siswa. Jadi total untuk angkatan pertama itu terdapat 100 siswa. Nanti akan dibina oleh guru-gurunya itu sebanyak 17 guru, termasuk kepala sekolah,” jelas dia.
Suharma menjelaskan, pada 14 Juli 2025, para siswa akan lebih dulu menjalani cek kesehatan. Dia bilang, langkah tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.
Selain itu, Suharma menjelaskan akan dilakukan pemetaan bakat atau talent mapping kepada para siswa SR di Polteksos Bandung. Tujuannya, kaya dia, guna mengenal gambaran awal terkait minat dan bakat siswa dalam mengikuti proses pendidikan.
“Ini maksudnya kita akan memudahkan nanti di dalam proses pendidikan arah dan talent dari siswa itu arahnya kemana,” jelas dia.
Kurikulum Sekolah Rakyat
Selain itu, Suharma juga memaparkan ihwal persiapan pembelajaran. Ia bilang, ada sebanyak 3 kurikulum yang disiapkan bagi para siswa sebagai upaya menyukseskan program yang bertujuan memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan ini.
“Kurikulum pertama adalah kurikulum masa orientasi di mana kita harus mempersiapkan anak didik ini menjadi termotivasi untuk belajar lebih baik,” ucap dia.
Adapun kurikulum kedua, dijelaskan Suharma adalah kurikulum formal. Kurikulum ini mengacu pada kurikulum nasional. Yang ketiga adalah kurikulum boarding.
Dia menjelaskan kurikulum ini terkait dengan pengembangan karakter serta jiwa kepemimpinan. Selain itu juga meliputi penanaman nilai-nilai patriotisme hingga jiwa kewirausahaan
“Ini diharapkan sehingga Indonesia Emas 2045 itu bisa tercapai sesuai dengan harapan Presiden Prabowo,” jelasnya.