Makassar Punya 11+ Inovasi, Pustakawan KemenPANRB Studi Tiru Inovasi Perpustakaan di Dinas Perpustakaan Kota Makassar
Pustakawan Kementerian PANRB RI melakukan studi layanan dan inovasi perpustakaan di Dinas Perpustakaan Kota Makassar, tertarik dengan 11+ inovasi yang telah meraih penghargaan.
Pustakawan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI belum lama ini melaksanakan studi banding ke Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari layanan serta berbagai inovasi perpustakaan, khususnya praktik terbaik yang telah sukses diterapkan di sana. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PANRB untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan internal mereka.
Delegasi Kementerian PANRB terdiri dari dua Pustakawan, Rizka Mardha dan Nurul Fitri, serta seorang Tenaga Perpustakaan, Galuh Ayu Puspita. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady, bersama seluruh Pustakawan Madya yang bertugas. Pertemuan ini menjadi platform penting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antarlembaga dalam pengembangan perpustakaan.
Pemilihan Dinas Perpustakaan Kota Makassar sebagai lokasi studi inovasi didasari oleh reputasinya yang telah memiliki banyak terobosan signifikan. Pihak Kementerian PANRB berharap dapat mengadopsi dan mengadaptasi beberapa inovasi tersebut. Tujuannya adalah untuk memperkaya serta memperbarui layanan perpustakaan yang mereka kelola, demi mendukung kebutuhan informasi aparatur sipil negara.
Dinas Perpustakaan Makassar: Pusat Inovasi yang Diakui
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan dari Pustakawan Kementerian PANRB RI. Ia merasa bangga karena Dinas Perpustakaan Kota Makassar dipilih sebagai tempat studi tiru untuk inovasi layanan perpustakaan. "Terima kasih sudah memilih kami sebagai tempat studi tiru," ujarnya, menunjukkan kebanggaan atas pengakuan tersebut.
Aryati menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan Kota Makassar telah berhasil mengembangkan setidaknya 11 inovasi yang telah berjalan efektif. Tahun ini, mereka bahkan meluncurkan inovasi baru bernama "Dobrak Literasi", yang diharapkan dapat semakin meningkatkan minat baca masyarakat. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk memperluas jangkauan layanan dan kemudahan akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pencapaian Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam bidang inovasi tidak hanya berhenti di tingkat lokal. Sebagian besar inovasi yang diciptakan telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan bergengsi, bahkan hingga ke tingkat pusat. Lebih membanggakan lagi, Aryati mengemukakan bahwa ada satu inovasi yang telah menjadi pembelajaran internasional, menandakan dampak positif yang meluas dari praktik terbaik mereka.
KemenPANRB Tertarik Inovasi Dongkel with Mobile Library
Tim Perpustakaan Kementerian PANRB RI menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap berbagai penjelasan inovasi yang dipaparkan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Di antara sekian banyak inovasi, "Dongkel with Mobile Library" menjadi salah satu yang paling menarik perhatian mereka. Inovasi ini rencananya akan diimplementasikan di lingkungan Kementerian PANRB untuk memperkaya layanan.
"Dongkel with Mobile Library" merupakan sebuah layanan mendongeng yang disediakan melalui konsep perpustakaan keliling, menjangkau lebih banyak pembaca. Layanan inovatif ini secara khusus ditujukan untuk anak-anak pegawai di lingkungan Kementerian PANRB. Pustakawan Kementerian PANRB, Rizka Mardha, mengungkapkan, "Kami tertarik dengan inovasi dongeng untuk layanan anak pegawai di perpustakaan kami dan beberapa inovasi lainnya akan kami pelajari untuk disesuaikan."
Rizka Mardha juga menegaskan semangatnya untuk terus berinovasi guna meningkatkan layanan pengelolaan perpustakaan di Kementerian PANRB. Dia berharap bahwa adopsi dan adaptasi inovasi dari Makassar dapat menambah serta memperkaya ragam layanan yang sudah ada. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan perpustakaan yang lebih dinamis, interaktif, dan bermanfaat maksimal bagi seluruh aparatur sipil negara dan keluarga mereka.
Inovasi yang diadopsi ini diharapkan dapat memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan rekreasi edukatif. Dengan demikian, perpustakaan Kementerian PANRB dapat menjadi contoh praktik terbaik dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia aparatur. Langkah ini juga sejalan dengan upaya reformasi birokrasi yang terus digalakkan oleh kementerian tersebut.
Sumber: AntaraNews