Tahukah Anda? Pustakawan Perpusnas Jadi Presiden APLiN, Indonesia Pimpin Jaringan Perpustakaan ASEAN
Pustakawan Perpusnas Chaerul Umam terpilih sebagai Presiden APLiN periode 2026-2028, menandai peran Indonesia sebagai pemimpin dalam pengembangan literasi dan perpustakaan publik ASEAN.
Pustakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Chaerul Umam menorehkan prestasi gemilang. Ia terpilih sebagai Presiden ASEAN Public Libraries Information Network (APLiN). Mandat ini berlaku untuk periode 2026–2028, hasil Sidang Umum di Manila, Filipina.
Terpilihnya Chaerul Umam menempatkan Indonesia sebagai pengarah agenda utama. Negara kita kini menjadi penentu standar serta representasi politik pengetahuan di tingkat Asia Tenggara. Ini bukan sekadar posisi, melainkan kerja kolektif besar.
Selain itu, perwakilan Perpusnas Irhamni Ali juga dipercaya masuk jajaran Board of Directors APLiN. Indonesia kini memiliki dua posisi inti kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Ini menunjukkan kapasitas Perpusnas di kancah global.
Indonesia Pimpin Arah Literasi Publik ASEAN
Dengan mandat baru ini, Indonesia bertransformasi dari sekadar peserta menjadi pemimpin dalam jaringan literasi kawasan. Peran ini sangat strategis untuk mengarahkan agenda dan menetapkan standar bagi perpustakaan publik di seluruh Asia Tenggara.
Chaerul Umam menegaskan bahwa kepemimpinan ini adalah tanggung jawab kolektif. "Mandat ini bukan sekadar posisi, melainkan kerja kolektif untuk memastikan perpustakaan publik di ASEAN bergerak pada arah yang sama yaitu literasi naik, inklusi sosial nyata, dan inovasi teknologi hadir sebagai solusi," ujarnya di Jakarta, Senin.
Visi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi, mendorong inklusi sosial, dan mengintegrasikan inovasi teknologi. Semua elemen ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi tantangan yang dihadapi perpustakaan publik di wilayah ASEAN.
Kapasitas Perpusnas di Kancah Global
Terpilihnya Chaerul Umam sebagai Presiden APLiN dan Irhamni Ali sebagai anggota Board of Directors APLiN menjadi bukti nyata. Jajaran Perpusnas RI memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat di jejaring perpustakaan global.
Hal ini selaras dengan visi besar Perpusnas. Institusi ini tidak hanya ingin hadir dalam gerakan literasi global. Perpusnas juga bertekad untuk memimpin arah kebijakan dan inovasi melalui peran strategis perpustakaan.
Kepercayaan ini memperkuat posisi Indonesia di mata internasional. Ini menunjukkan bahwa Indonesia siap berkontribusi lebih besar dalam pengembangan perpustakaan dan literasi di tingkat regional.
Visi Nasional dan APLiN untuk Indonesia Emas 2045
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam APLiN sangat relevan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional, terutama dalam pembangunan manusia dan diplomasi pengetahuan.
Selain itu, kepemimpinan ini juga mendukung akselerasi transformasi digital. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045. Indonesia berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai instrumen pembangunan manusia.
Aminudin berharap amanah ini membawa dampak positif. "Semoga amanah ini membawa kemajuan dan keberkahan bagi khalayak, utamanya untuk kemajuan literasi Indonesia," ujarnya. Ini menunjukkan harapan besar terhadap peran APLiN.
Perpustakaan sebagai Pusat Produksi Pengetahuan
Mandat APLiN periode 2026–2028 menempatkan Perpusnas sebagai aktor kunci. Perpusnas akan merancang standar literasi publik ASEAN dan memimpin kolaborasi riset perpustakaan.
Selain itu, Perpusnas juga akan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan publik berbasis pengetahuan. Penguatan diplomasi budaya Indonesia di ruang kebijakan regional juga menjadi fokus utama. Kepemimpinan ini menandai pergeseran penting.
Perpustakaan tidak lagi dipahami sebagai ruang sunyi semata. Kini, perpustakaan bertransformasi menjadi pusat produksi pengetahuan. Ia juga menjadi instrumen pembangunan manusia di seluruh Asia Tenggara. APLiN sendiri adalah jejaring resmi perpustakaan publik di negara-negara ASEAN.
Fungsi utamanya adalah memperkuat kolaborasi, standardisasi, riset kebijakan, dan inovasi layanan perpustakaan. Jaringan ini vital untuk kemajuan literasi di kawasan.
Sumber: AntaraNews