Fakta Unik: Perpusnas Siapkan Bacaan Gizi, Dukung Peningkatan Literasi Bangsa Melalui Program MBG

Perpusnas RI mengambil langkah inovatif dengan menyiapkan bahan bacaan gizi, memperkuat literasi bangsa sekaligus mendukung Program MBG. Bagaimana sinergi ini akan mencetak generasi unggul?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Perpusnas Siapkan Bacaan Gizi, Dukung Peningkatan Literasi Bangsa Melalui Program MBG
Perpusnas RI mengambil langkah inovatif dengan menyiapkan bahan bacaan gizi, memperkuat literasi bangsa sekaligus mendukung Program MBG. Bagaimana sinergi ini akan mencetak generasi unggul? (AntaraNews)

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia mengambil inisiatif strategis untuk memperkuat literasi bangsa. Mereka menyiapkan bahan bacaan khusus tentang gizi guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa generasi muda tidak hanya mendapatkan asupan fisik yang baik, tetapi juga nutrisi intelektual yang memadai.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz di Jakarta pada Sabtu, 01 November, menegaskan pentingnya pendekatan holistik ini. Beliau menyampaikan bahwa peningkatan kecerdasan bangsa tidak hanya bergantung pada asupan gizi yang optimal, melainkan juga pada ketersediaan bacaan berkualitas. Akses mudah terhadap bahan bacaan bermutu menjadi kunci utama dalam membentuk pola pikir yang cerdas dan kritis.

Aminudin Aziz menekankan bahwa anak-anak memerlukan lebih dari sekadar makanan bergizi untuk tumbuh kembang mereka. Mereka juga harus mendapatkan 'bacaan bergizi' bagi pikiran mereka agar dapat berkembang secara optimal. Perpusnas berkomitmen memfasilitasi pengisian otak ini melalui penyediaan bahan bacaan berkualitas serta akses literasi yang luas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pemenuhan gizi dan literasi merupakan dua aspek fundamental yang saling melengkapi dalam upaya membangun manusia Indonesia yang unggul. Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menggarisbawahi bahwa kedua elemen ini harus berjalan seiring untuk mencapai tujuan tersebut. Individu dengan gizi yang baik cenderung memiliki kekuatan fisik dan kemampuan berpikir jernih yang lebih optimal.

Kondisi fisik dan mental yang prima ini akan memberikan energi yang cukup untuk membaca dan belajar secara efektif. Aminudin Aziz menyatakan dukungan penuh terhadap Program MBG. "Orang yang gizinya baik akan kuat, mampu berpikir jernih, dan memiliki energi untuk membaca serta belajar dengan optimal," ujarnya.

Beliau menambahkan, "Program ini harus berjalan seiring dengan upaya mengisi otak melalui literasi." Sinergi antara pemenuhan gizi dan peningkatan literasi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang signifikan. Perpusnas optimis bahwa Program MBG akan berkontribusi nyata dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan literat.

Target utama dari sinergi ini adalah mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui kombinasi gizi dan literasi, diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa yang kompeten dan berdaya saing global.

Meskipun menghadapi tantangan fiskal, Perpusnas tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap program-program prioritas nasional. Aminudin Aziz mengungkapkan bahwa alokasi anggaran Perpusnas untuk tahun 2026 diperkirakan mengalami penurunan menjadi sekitar Rp377 miliar. Namun, penurunan ini tidak akan menghentikan upaya Perpusnas dalam menjalankan misinya.

Perpusnas akan terus menjaga kesinambungan program-program penting seperti Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program TPBIS yang sebelumnya telah menjangkau hampir 1.000 lokasi, direncanakan akan ditambah di sekitar 650 lokasi baru pada tahun 2026. Ini menunjukkan dedikasi Perpusnas untuk memperluas jangkauan layanan perpustakaan di seluruh pelosok negeri.

Selain itu, Program KKN Tematik Literasi juga akan tetap dipertahankan karena terbukti sangat efektif. Program ini berhasil menggerakkan masyarakat bersama mahasiswa dan pegiat literasi dalam membangun budaya baca mulai dari tingkat desa. Efektivitas program ini menjadi alasan kuat untuk terus melanjutkannya.

Untuk memperkuat koordinasi kegiatan literasi di tingkat daerah, jumlah Relawan Literasi Masyarakat juga akan ditingkatkan. Penambahan relawan ini diharapkan dapat mempercepat penyebaran semangat literasi dan memastikan program-program Perpusnas berjalan optimal di berbagai wilayah.

Dalam aspek pelestarian warisan budaya, Perpusnas tetap melaksanakan kegiatan penyelamatan dan digitalisasi naskah kuno. Meskipun skala kegiatannya disesuaikan dengan kondisi fiskal yang ada, komitmen untuk menjaga kekayaan intelektual bangsa tetap tinggi. Perpusnas melakukan asesmen mendalam untuk menentukan naskah-naskah mana yang paling mendesak untuk diselamatkan.

Aminudin Aziz menjelaskan, "Kami melakukan asesmen terhadap naskah-naskah yang paling mendesak untuk diselamatkan. Salah satu cara efektif melestarikan naskah adalah melalui digitalisasi." Proses digitalisasi ini memungkinkan naskah-naskah kuno tetap lestari dan dapat diakses oleh generasi mendatang tanpa risiko kerusakan fisik.

Kepala Perpusnas juga mencatat adanya peningkatan signifikan dalam kunjungan masyarakat. Peningkatan ini terlihat baik secara langsung ke Gedung Layanan Perpusnas maupun secara daring melalui portal naskah Nusantara atau Khastara. "Tren peningkatan ini menunjukkan kesadaran baru masyarakat terhadap pentingnya mengetahui isi naskah dan sejarah bangsa," tutur Aminudin.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyediakan akses bacaan nasional, Perpusnas memastikan seluruh koleksi digitalnya dapat diakses secara gratis. Koleksi ini tersedia melalui berbagai platform daring, termasuk aplikasi iPusnas dan portal Khastara. Ini adalah upaya Perpusnas untuk menjamin bahwa informasi dan pengetahuan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Aminudin Aziz menegaskan, "Kami menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan platform digitalnya dari berbagai jenjang agar anak-anak dan masyarakat mendapatkan bacaan yang benar-benar bermanfaat bagi peningkatan literasi." Ketersediaan akses gratis ini menjadi bukti nyata komitmen Perpusnas dalam memajukan literasi di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi