Mahasiswa Korban Bencana Sumatra Dapat Bantuan Biaya Hidup Rp1,25 Juta per Bulan
Bantuan itu nantinya diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bagi mahasiswa korban bencana alam, dengan jangka waktu tiga bulan.
Pemerintah akan memberikan bantuan Rp1.250.000 per bulan untuk mahasiswa korban bencana Sumatra.
Direktur Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Fauzan Adziman mengatakan, bantuan itu nantinya diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bagi mahasiswa korban bencana alam, dengan jangka waktu tiga bulan.
“Bantuannya biaya hidup sebesar Rp1.250.000 per bulan atau Rp3.750.000 untuk 3 bulan,” kata Fauzan dalam rapat bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Anggaran Disediakan Pemerintah
Dia menjelaskan, Kemendiktisaintek menganggarkan Rp59,375 miliar untuk 15.833 mahasiswa.
"Per kemarin, begitu data mahasiswa terdampak itu sekitar 18.000. Sehingga ini memang secara jumlah cukup mendekati dari jumlah mahasiswa yang terdampak,” ujar Fauzan.
Pemulihan Perguruan Tinggi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktiristek) Fauzan mengatakan, pemerintah menargetkan proses pemulihan perguruan tinggi terdampak bencana Sumatra dimulai pada Januari 2026.
Hal ini disampaikan Fauzan dalam rapat bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Fauzan menyebut, ada 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Yakni Aceh 31 perguruan tinggi (4 PTN dan 27 PTS), Sumatra Utara 14 perguruan tinggi (1 PTN dan 13 PTS), serta Sumatra Barat 15 perguruan tinggi (9 PTN dan 6 PTS).
“Tahap pemulihan durasinya mulai Januari 2026, fokus berada pada program rehabilitasi jangka menengah, pemulihan ekonomi berkelanjutan, rekonstruksi sanitasi dan edukasi mitigasi bencana untuk membangun ketahanan jangka panjang, termasuk juga perbaikan infrastruktur seperti jembatan,” kata Fauzan.
Skema Pemulihan Kampus
Di sisi lain, Fauzan mengungkapkan, Kemendiktisaintek juga mempunyai skema tahap penanggulangan darurat yang berdurasi hingga 31 Desember 2025, yang berfokus pada penanganan kebutuhan mendesak distribusi logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk penyelamatan jiwa, serta pemulihan awal.
Pada kesempatan yang sama, Fauzan juga memaparkan Kemendiktisaintek menganggarkan Rp75.986.474.452 untuk bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak.
“Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp75.966.474.452,” ujar dia.
Jumlah Korban
Dari data Kemendiktisaintek, total mahasiswa terdampak berjumlah 18.824 dan dosen berjumlah 1.306. Berikut rincian mahasiswa dan dosen terdampak bencana Sumatra.
Aceh: 1.183 dosen dan 15.801 mahasiswa
Sumatra Utara: 20 dosen dan 2.408 mahasiswa
Sumatra Barat: 103 dosen dan 615 mahasiswa