LPKA Ambon Bekali Keterampilan Musik Andikpas Jukulele, Perkuat Ambon Kota Musik
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon membekali andikpas dengan keterampilan musik jukulele, tidak hanya membentuk karakter tetapi juga mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia, menarik perhatian pada potensi tersembunyi.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon aktif memberikan pelatihan keterampilan bermusik kepada anak didik pemasyarakatan (andikpas). Program ini berfokus pada musik tradisional jukulele sebagai sarana pembinaan positif bagi mereka. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LPKA untuk membentuk karakter dan mengembangkan potensi anak binaan.
Pelatihan ini diselenggarakan di area gazebo LPKA Ambon, dipandu langsung oleh Staf Pembinaan LPKA Ambon, Yosi Leweharila, bersama petugas pembinaan setempat. Inisiatif ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Ambon dalam perannya sebagai The City of Music, sebuah predikat yang diakui UNESCO.
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Kurniawan Wawondos, menyatakan bahwa pembinaan melalui seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta keterampilan positif. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali andikpas dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.
Mengembangkan Bakat dan Karakter Andikpas
Pembinaan melalui seni, khususnya musik, menjadi strategi utama LPKA Ambon untuk mengembangkan potensi anak didik pemasyarakatan. Pelatihan musik jukulele ini dirancang untuk menjadi wadah bagi andikpas dalam menyalurkan ekspresi dan kreativitas mereka. Tujuannya adalah membangun kepercayaan diri dan karakter positif yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, para andikpas mendapatkan pengenalan mendalam tentang musik tradisional jukulele, mulai dari sejarah hingga teknik dasar memainkannya. Mereka diajarkan cara memegang alat musik, menyetem, hingga memetik senar. Praktik bermain musik secara bersama-sama juga menjadi bagian integral dari pelatihan ini, mendorong kolaborasi dan kebersamaan di antara peserta.
Kurniawan Wawondos menegaskan, “Pelatihan musik jukulele ini menjadi wadah bagi anak binaan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mereka.” Ini menunjukkan komitmen LPKA Ambon untuk tidak hanya membina secara fisik, tetapi juga mental dan artistik, memberikan kesempatan bagi andikpas untuk menemukan bakat tersembunyi mereka.
Dukungan LPKA Ambon untuk Ambon Kota Musik
Inisiatif LPKA Ambon dalam memberikan keterampilan musik andikpas ini tidak terlepas dari status Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang diakui oleh UNESCO. Melalui pelatihan jukulele, LPKA turut berkontribusi dalam melestarikan dan mempromosikan budaya musik lokal Maluku. Hal ini sejalan dengan visi Ambon untuk terus memperkuat identitasnya sebagai pusat musik.
Musik tradisional jukulele dipilih karena memiliki nilai edukatif dan kultural yang kuat, sangat relevan bagi pembentukan karakter anak binaan. Staf Pembinaan LPKA Ambon, Yosi Leweharila, menjelaskan bahwa musik mampu menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan disiplin. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal Maluku.
“Melalui pelatihan ini, anak binaan tidak hanya belajar bermain musik, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, disiplin, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal Maluku,” kata Yosi Leweharila. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak positif pelatihan terhadap pengembangan sosial dan emosional andikpas, yang merupakan aspek krusial dalam proses rehabilitasi mereka.
Manfaat Jangka Panjang Keterampilan Musik
LPKA Ambon berharap pelatihan keterampilan musik andikpas ini dapat memberikan bekal yang berguna untuk masa depan mereka. Keterampilan bermusik, khususnya jukulele, dapat menjadi sarana produktif bagi andikpas untuk menyalurkan minat dan bakat setelah kembali ke masyarakat. Ini juga membantu mereka dalam proses reintegrasi sosial.
Program pembinaan berbasis seni ini dirancang untuk membekali andikpas dengan kemampuan yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga fungsional. Kemampuan bermusik dapat membuka peluang baru bagi mereka dalam bidang seni dan budaya, bahkan sebagai potensi mata pencarian. Hal ini penting untuk mencegah mereka kembali ke lingkungan yang merugikan.
Salah satu andikpas berinisial A mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengungkapkan, “Saya senang bisa ikut pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan tentang musik tradisional, kegiatan ini juga membuat kami lebih percaya diri.” Pengakuan ini menunjukkan bahwa program tersebut berhasil meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan pengalaman positif yang berharga bagi anak binaan.
Sumber: AntaraNews