Longsor Sangkanayu Purbalingga: Satu Tewas, BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Tragedi longsor di Sangkanayu Purbalingga menelan korban jiwa, BPBD Purbalingga meminta masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Longsor tanah dan batu terjadi di Desa Sangkanayu, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu (12/4), mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa nahas ini terjadi di pemukiman warga Dusun Tambleg Pondokangka, RT 14 RW 5, Kecamatan Mrebet, sekitar pukul 09.55 WIB. Pihak berwenang segera melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, menyatakan bahwa timnya telah membantu proses evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di beberapa waktu mendatang.
Kejadian longsor Sangkanayu Purbalingga ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat. BPBD Purbalingga terus berupaya memperkuat Desa Tangguh Bencana (Destana) guna meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dan melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Kronologi Longsor Maut di Sangkanayu Purbalingga
Peristiwa longsor di Desa Sangkanayu terjadi dengan sangat cepat, mengejutkan warga setempat. Menurut Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, longsor bermula ketika material batu berukuran besar jatuh dari tebing di dekat pemukiman warga. Batu besar tersebut langsung menghantam bagian dapur rumah warga, tempat para korban sedang berada.
Karena kejadian berlangsung begitu cepat, korban yang berada di dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri dari reruntuhan. Batu besar yang jatuh dari tebing itu menimpa area dapur secara langsung, menyebabkan dampak serius. Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga Desa Sangkanayu yang terdampak.
Akibat kejadian tersebut, seorang warga bernama Yanti (37) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, korban lainnya, Kasini (34), mengalami luka-luka serius dan membutuhkan penanganan medis. Warga bersama perangkat desa segera bergerak cepat melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan dapur yang hancur.
Setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan, kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bobotsari. Penanganan lebih lanjut diberikan kepada Kasini untuk mengobati luka-luka yang dialaminya. Proses evakuasi ini menunjukkan solidaritas dan kesigapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
BPBD Purbalingga Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Menyusul kejadian longsor di Sangkanayu, BPBD Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Revon Haprindiat, menekankan bahwa potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana.
Selain imbauan kewaspadaan, BPBD Purbalingga juga terus mendorong penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, termasuk longsor. Dengan Destana, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mitigasi dan respons bencana.
Revon Haprindiat juga mengingatkan agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik manakala terjadi cuaca yang lebih ekstrem. Langkah-langkah mitigasi yang diperlukan harus sudah dipahami dan dapat diterapkan. Kesiapsiagaan individu dan komunitas menjadi faktor krusial dalam meminimalkan dampak buruk dari bencana alam yang tidak terduga.
Sumber: AntaraNews